Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

SEMMI Kediri Soroti Tragedi Demo 28 Agustus

Kekerasan dan Korban Jiwa Tanda Kegagalan Demokrasi, Tuntut Polri Berbenah Diri!Kediri, wartamerdeka.info, - Ketua Umum Solidaritas Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Cabang Kabupaten Kediri, Adham Hakam Amrulloh, mengecam keras tragedi kekacauan yang terjadi dalam aksi demonstrasi hari ini, Kamis (28/8/2025).

Insiden yang menelan korban jiwa ini, menurut mas Adham, bukan sekadar insiden, melainkan bukti nyata kegagalan kolektif dalam menjaga nalar dan etika berdemokrasi.

“Kami sangat berduka, tapi duka ini tidak boleh hanya berhenti di simpati. Sungguh miris melihat korban berjatuhan. Kami berharap semua pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini dapat diselesaikan dengan baik, dan keadilan dapat ditegakkan. Lebih dari itu, kami berharap tidak ada lagi korban di masa depan,” ujar mas Adham Hakam Amrulloh, dalam rilisnya.

Mas Adham tidak hanya melihat masalah ini dari permukaan. Ia menyoroti akar masalah yang lebih dalam, yaitu sikap dan mentalitas dari semua pihak yang terlibat. 

"Aksi demonstrasi bukan hanya tentang turun ke jalan, tetapi juga tentang kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Banyak dari kita, baik peserta demo maupun aparat, masih terjebak dalam mentalitas konfrontasi," jelasnya.

Menurut dia, peserta aksi sering kali mudah terpancing emosi, menganggap kekerasan sebagai satu-satunya cara untuk didengar. Di sisi lain, aparat juga kerap kali menggunakan pendekatan represif yang justru memicu eskalasi. "Penggunaan kekuatan yang berlebihan, yang tidak proporsional dengan ancaman, hanya akan menciptakan lingkaran kekerasan yang tidak ada habisnya. Ini adalah siklus yang harus kita putus," tegasnya.

Melihat situasi kritis ini, SEMMI Kediri tidak hanya sekadar mengimbau, tetapi menuntut perombakan total terhadap cara penanganan aksi massa di Indonesia, khususnya dari pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Mas Adham mengajukan tuntutan yang harus segera ditindaklanjuti:

1. Revisi Total Prosedur Penanganan Massa: Pemerintah harus merevisi dan memperketat SOP penanganan unjuk rasa. Prosedur baru harus mengedepankan pendekatan dialogis dan kemanusiaan sebagai prioritas utama.

2. Edukasi Wajib Etika Berdemokrasi: Pemerintah dan lembaga terkait harus menggalakkan edukasi yang masif tentang etika berdemokrasi. Peserta aksi harus sadar bahwa hak mereka dibatasi oleh hak orang lain dan ketertiban umum.

3. Akuntabilitas dan Hukuman Tegas: Setiap tindakan anarkis dari demonstran dan penggunaan kekuatan berlebihan dari aparat harus diinvestigasi secara independen dan diberi sanksi tegas. Tanpa akuntabilitas, tragedi serupa akan terus berulang."Polri harus berbenah diri. Kami berharap pihak kepolisian dapat melakukan introspeksi mendalam dan tidak menganggap kejadian ini sebagai hal yang biasa. Jangan biarkan lagi nyawa melayang. Sudah saatnya kita kembali ke akal sehat, berdemokrasi dengan nalar, dan menuntut keadilan tanpa mengorbankan kemanusiaan," tutup mas Adham, menyerukan semua pihak untuk menjadikan tragedi ini sebagai momentum kebangkitan moral dan perbaikan fundamental.(Nob/wm)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...