Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah. nyata pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat dan wakaf yang mengangkat mustahik menjadi muzakki melalui kegiatan produktif dan kolaboratif lintas lembaga.
“Kampung Zakat ini adalah langkah strategis untuk mengangkat mustahik naik kelas. Ini bukan sekadar program sosial, tapi gerakan ekonomi umat yang berdaya dan berkelanjutan,” ujar Prof. Waryono dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti potensi zakat yang besar di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan estimasi Kemenag, jika seluruh ASN Muslim menunaikan zakat, potensi dana zakat nasional dapat mencapai Rp11,2 triliun per tahun.
“Ini potensi besar yang belum tergarap maksimal. Karena itu kami dorong kerja sama antara BAZNAS dan kepala daerah agar zakat ASN bisa dioptimalkan. Sebagaimana pesan Sekjen Kemenag: lebih baik masuk surga dengan terpaksa daripada masuk neraka dengan sukarela,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Prof. Waryono memaparkan lima program strategis Kementerian Agama dalam pemberdayaan zakat dan wakaf, yakni Kampung Zakat, Ekonomi Umat Berbasis KUA, Beasiswa Zakat Indonesia, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf. Semuanya menekankan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat.
“Mengentaskan kemiskinan tidak bisa dikerjakan sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah agar program pemberdayaan umat berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
“Ketika umat berdaya, maka program keumatan lainnya akan mudah dijalankan. Dengan Bismillahirrahmanirrahim, atas nama Kementerian Agama, BAZNAS, dan LAZ, saya nyatakan kick-off Kampung Zakat Balai Ternak di Kabupaten Barru resmi dimulai,” pungkas Prof. Waryono
Sebelumnya, Wabup Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Agama dan BAZNAS yang terus bersinergi dengan Pemkab Barru dalam upaya menumbuhkan ekonomi umat.
“Barru memiliki banyak potensi ekonomi lokal, terutama di sektor peternakan dan perikanan. Melalui Balai Ternak dan Kampung Zakat ini, kami ingin agar mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh mandiri dan menjadi muzakki baru di masa depan,” ujar Wabup Abustan.
Pemkab Barru siap memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar semangat zakat dan pemberdayaan ini terus berkembang, sejalan dengan visi daerah membangun masyarakat yang religius, sejahtera, dan berdaya saing.
Peluncuran Balai Ternak dan Kampung Zakat Barru yang dilanjutkan dengan peninjaun lapangan berlangsung khidmat dan inspiratif, dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, BAZNAS Kabupaten Barru, serta para tokoh agama, ASN, dan kelompok masyarakat penerima manfaat. (syam)
