// Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Serangan Israel merusak rumah sakit di Tyre, Lebanon


Sebuah rumah sakit di kota pesisir Tyre, Lebanon, telah rusak akibat serangan udara Israel terhadap bangunan-bangunan di dekatnya yang melukai 11 orang.

Lanjut...

WMChannel


 

Janji Tinggal Janji, Sisa Utang Belum Dilunasi, Warga Makassar Diimbau Lebih Waspada


MAKASSAR (wwartamerdeka.info) - Modus berutang dengan janji segera dilunasi kembali menjadi perhatian masyarakat untuk lebih waspada sebelum memberikan pinjaman meskipun kepada orang yang dikenal sekalipun. 

Kasus ini dialami seorang pria bernama Anwar. Ia mengaku dirugikan oleh tiga perempuan di Makassar, yakni Mwt, Fit dan Sya yang hingga kini belum melunasi sisa hutangnya.

Menurut keterangan Anwar, ketiganya mulai berutang sejak September 2025 dengan nilai awal mencapai Rp10.670.000 dalam bentuk barang. Sebagian pembayaran memang sempat dilakukan. Namun hingga saat ini, masih tersisa sekitar Rp7 juta lebih yang belum dilunasi.

Anwar mengungkapkan, setiap kali dilakukan penagihan, ketiganya kerap menyampaikan alasan yang sama disertai janji akan segera melunasi.


“Setiap ditagih selalu berjanji, tapi tidak pernah ada realisasinya. Sampai sekarang sisanya Rp7 juta lebih belum di bayar, padahal sudah lama di beri waktu,” ujarnya, Minggu (15/02/2026).

Terakhir, ketiganya kembali meminta tambahan waktu dan mengajukan skema cicilan. Namun dalam dua pekan berturut-turut, janji tersebut kembali tidak ditepati. Alasan yang disampaikan pun tidak berubah.

“Belum ada uang, belum gajian,” kata korban menirukan jawaban yang kerap diterimanya.

Korban mengaku telah menempuh berbagai cara secara persuasif untuk menagih kewajiban tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian pembayaran maupun itikad penyelesaian yang jelas dari pihak yang bersangkutan. 

Saat dikonfirmasi, pihak yang berhutang disebut kembali menyampaikan janjinya dengan berbagai alasan dan janji yang sama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman, termasuk kepada orang yang telah dikenal sekalipun. .

"Saya himbau warga agar mempertimbangkan risiko serta memperjelas kesepakatan sebelum memberikan pinjaman dalam bentuk apa pun, guna menghindari potensi kerugian di kemudian hari", pesan Anwar. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama