// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Dampak Perang Amerika-Iran, Pasokan BBM Aman Selama 25 Hari

(Foto: BPMI Satpres)

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Geopolitik yang terjadi saat ini semakin mengkhawatirkan lantaran terjadi perang Amerika-Istrael dan Iran semakin tidak terkendali yang berdampak pada ketersediaan pasokan minyak dunia yang berpotensi terjadi kenaikan harga minyak.

Namun demikian pemerintah Indonesia menyikapi dengan rencana membangun fasilitas penyimpanan (storage). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan bahkan telah melampaui standar minimal cadangan nasional.

Menurut Bahlil, kapasitas daya tampung cadangan BBM Indonesia selama ini masih terbatas, yakni maksimal sekitar 25 hari. Namun demikian, cadangan BBM nasional saat ini tetap berada dalam kisaran aman.

“Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana lazimnya,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu (04/03/2026).

Bahlil menjelaskan, keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu tantangan yang harus segera diperbaiki. Oleh karena itu, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah segera membangun fasilitas penyimpanan baru guna memperkuat cadangan energi nasional.

“Jadi kita tidak bisa, katakan lah, teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak?” lanjutnya.

Bahlil juga menegaskan, pembangunan fasilitas penyimpanan menjadi langkah penting agar cadangan energi nasional dapat ditingkatkan hingga mencapai tiga bulan. Terkait rencana pembangunan fasilitas penyimpanan, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi.

“Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya ada di wilayah Sumatera,” ungkapnya.

Selain itu, Bahlil juga menyinggung potensi dampak konflik global terhadap pasokan energi. Ia memastikan bahwa hingga saat ini pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman.

“Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu. Tapi ke depan kan pasti kalau perangnya lama pasti akan berdampak. Itu sudah pasti. Sampai dengan 1-2 bulan ke depan insya allah kita masih clear. Insyaallah tidak ada masalah,” tuturnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi gangguan pada jalur pasokan energi global, dengan melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah.

“Jadi kalau menyangkut LPG enggak ada masalah. Jadi relatif clear lah. Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin. Dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Jadi relatif insyaallah clear,” katanya. (BPMI Setpres/josep)

Redaktur

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama