// Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz //

Berita Foto

Pembicaraan Israel-Lebanon akan dimulai pukul 11 ​​pagi di Washington, DC


Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter dijadwalkan bertemu di Washington, DC, pukul 11 ​​pagi waktu setempat (15:00 GMT) untuk memulai pembicaraan langsung yang jarang terjadi, menurut jadwal yang diterbitkan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Lanjut...

Warga Lebanon Terpecah Pandangan Terkait Pembicaraan dengan Israel


JAKARTA (wartamerdeka.info)
Warga Lebanon terpecah belah terkait pembicaraan mendatang dengan Israel, sebagian warga menyatakan harapan bahwa pembicaraan mendatang dapat mengakhiri konflik mematikan ini dan warga lainnya skeptis terhadap niat Israel.

“Yang penting bagi kami adalah mencapai tahap di mana kami dapat membesarkan anak-anak kami dan hidup dalam damai,” kata Saad, 49 tahun.

Saad, yang menderita luka ringan akibat serangan udara Israel baru-baru ini di Beirut, kepada kantor berita AFP menyatakan jika ada solusi komprehensif untuk perdamaian, pihaknya mendukung dengan syarat pihak lain tidak ada yang mengganggu.

Sementara itu, Kamal Ayad, 49 tahun, mengatakan warga Lebanon lelah dengan perang dan terbuka untuk pembicaraan yang sesuai dengan kepentingan negara. “Kami mendukung negosiasi jika itu melayani kepentingan Lebanon dan akan menyelesaikan masalah, mengakhiri perang, dan membiarkan kami hidup dalam damai,” katanya kepada AFP.

Di tempat terpisah, Mohammad Al-Khatib, 57 tahun, mempertanyakan apakah Israel akan menghormati perjanjian apa pun.

“Anda tidak bisa mengadakan negosiasi di bawah bombardir, penembakan, dan penghinaan. Di mana keadilannya?. Mereka (Israel) tidak pernah menjunjung tinggi perdamaian sepanjang hidup mereka. Ambisi mereka adalah ekspansi dan kendali atas Lebanon.” kata Al Khatib. (Sumber: Aljazeera)

Redaktur

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama