JAKARTA (wartamerdeka.info)
Warga Lebanon terpecah belah terkait pembicaraan mendatang dengan Israel, sebagian warga menyatakan harapan bahwa pembicaraan mendatang dapat mengakhiri konflik mematikan ini dan warga lainnya skeptis terhadap niat Israel.
“Yang penting bagi kami adalah mencapai tahap di mana kami dapat membesarkan anak-anak kami dan hidup dalam damai,” kata Saad, 49 tahun.
Saad, yang menderita luka ringan akibat serangan udara Israel baru-baru ini di Beirut, kepada kantor berita AFP menyatakan jika ada solusi komprehensif untuk perdamaian, pihaknya mendukung dengan syarat pihak lain tidak ada yang mengganggu.
Sementara itu, Kamal Ayad, 49 tahun, mengatakan warga Lebanon lelah dengan perang dan terbuka untuk pembicaraan yang sesuai dengan kepentingan negara. “Kami mendukung negosiasi jika itu melayani kepentingan Lebanon dan akan menyelesaikan masalah, mengakhiri perang, dan membiarkan kami hidup dalam damai,” katanya kepada AFP.
Di tempat terpisah, Mohammad Al-Khatib, 57 tahun, mempertanyakan apakah Israel akan menghormati perjanjian apa pun.
“Anda tidak bisa mengadakan negosiasi di bawah bombardir, penembakan, dan penghinaan. Di mana keadilannya?. Mereka (Israel) tidak pernah menjunjung tinggi perdamaian sepanjang hidup mereka. Ambisi mereka adalah ekspansi dan kendali atas Lebanon.” kata Al Khatib. (Sumber: Aljazeera)
