JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kehancuran Gaza semakin meluas, lebih dari 72.000 orang tewas dan 172.000 luka-luka di tengah pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata yang ditengahi AS.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, Sejak gencatan senjata Gaza dimulai enam bulan lalu, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 738 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang
Gaza menghadapi kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lebih dari 10 persen penduduknya tewas dan terluka.
Jumlah korban tewas telah melampaui 72.000 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan, dengan setidaknya 172.000 orang terluka dan banyak lainnya diyakini terjebak di bawah reruntuhan.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober tahun lalu, Israel telah melanggar perjanjian tersebut ribuan kali melalui serangan yang hampir setiap hari terjadi.
Setelah serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran sejak 28 Februari, otoritas Israel menutup semua penyeberangan Gaza, menghentikan evakuasi medis. Penutupan ini termasuk penyeberangan Rafah, yang, berdasarkan ketentuan gencatan senjata, seharusnya memungkinkan 50 pasien dan pendamping mereka untuk lewat setiap hari untuk perawatan medis.
Pelayanan kesehatan telah mencapai titik krisis, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mendokumentasikan lebih dari 18.500 pasien, termasuk 4.000 anak-anak, yang membutuhkan evakuasi medis. Meskipun Israel mengumumkan dimulainya kembali evakuasi medis secara terbatas melalui Rafah pada 19 Maret, hanya 625 dari 7.800 pelancong, sekitar 8 persen dari jumlah yang disepakati, yang diizinkan berangkat untuk perawatan sejak 28 Februari.
![]() |
| Rida Daher berduka di pemakaman menantunya, Samer al-Fasis, yang tewas dalam serangan militer Israel, di Khan Younis, Gaza, pada 29 Maret 2026. [Abdel Kareem Hana/AP Photo] |
Krisis kemanusiaan terus memburuk karena Israel membatasi pasokan makanan dan obat-obatan penting. Menurut Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), pemantau kelaparan global, 77 persen penduduk Gaza sekarang mengalami kerawanan pangan akut yang parah.
Kantor Media Pemerintah Gaza baru-baru ini membantah klaim di X oleh utusan Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov bahwa 602 truk bantuan memasuki Gaza dalam satu hari. Kantor tersebut mengklarifikasi bahwa hanya 207 truk yang benar-benar masuk, dam hanya 79 truk yang membawa bantuan kemanusiaan.
Kantor tersebut menambahkan keterangannya, bantuan yang masuk tidak memenuhi tingkat respons kemanusiaan yang dibutuhkan dan jauh dari akses yang terukur.
Pernyataan tersebut mencatat bahwa implementasi protokol kemanusiaan Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata belum melebihi 38 persen dari tingkat yang disepakati. Ditegaskan bahwa memutarbalikkan fakta tidak dapat menyembunyikan skala bencana, dan juga tidak membebaskan pihak mana pun dari tanggung jawab hukum dan kemanusiaannya. Kantor tersebut menyerukan intervensi internasional untuk melindungi warga sipil Palestina. (Sumber: Al Jazeera)







