Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

AS Berkomitmen Menangguhkan Sanksi atas Ekspor Minyak Iran

© AP Photo / Iranian Presidency Office

JAKARTA - Amerika Serikat telah berkomitmen untuk menangguhkan sanksi atas ekspor minyak dan produk minyak bumi Iran, tidak memberlakukan sanksi baru terhadap Teheran dan tidak meningkatkan kekuatan militer di Timur Tengah, demikian dilaporkan kantor berita Iran, Mehr, mengutip draf nota kesepahaman antara kedua negara.

"Sanksi atas penjualan minyak, produk petrokimia, dan turunan petrokimia harus ditangguhkan. AS berkomitmen untuk tidak meningkatkan kekuatannya di kawasan Timur Tengah dan tidak memberlakukan sanksi baru terhadap Iran," demikian Mehr mengutip draf nota kesepahaman tersebut.

Amerika Serikat dan sekutunya harus menyediakan proyek bagi Iran untuk memulihkan ekonomi Republik Islam senilai setidaknya $300 miliar atau 5,4 biliun rupiah, tambah kantor berita tersebut.

Pertemuan persiapan terpisah dengan perwakilan Iran dan Amerika Serikat akan diadakan di ibu kota Qatar, Doha, demikian dilaporkan CNN mengutip sumber diplomatik.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengkonfirmasi penyelesaian nota kesepahaman, yang akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni.

Pertemuan persiapan dengan masing-masing pihak akan diadakan di Doha minggu ini menjelang penandatanganan resmi perjanjian di Swiss pada hari Jumat ini dan dimulainya negosiasi teknis, demikian dilaporkan saluran tersebut mengutip sumber diplomatik yang mengetahui situasi tersebut.

Menurut CNN, para mediator Qatar telah meninggalkan Teheran setelah 17 jam negosiasi intensif.

Sumber: Sputnik

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama