Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Barru Jadi Titik Pertama Safari Dakwah Umi Pipik di Sulsel


BARRU (wartamerdeka.info) – Kabupaten Barru mendapat kehormatan menjadi daerah pertama di luar Kota Makassar yang dikunjungi Umi Pipik Dian Irawati Popon (istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori) dalam rangkaian Safari Dakwah Tausiyah yang berlangsung khidmat di Masjid Zam-Zam Al-Ikhlas, Zam Zam Center Barru, Jumat (12/6/2026).

Kedatangan Umi Pipik dan rombongan disambut langsung Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari di Rumah Jabatan Bupati Barru yang merupakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Barru terhadap syiar Islam dan penguatan nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Saya sebagai Bupati mengucapkan terima kasih kepada Umi Pipik dan rombongan yang memilih Kabupaten Barru sebagai lokasi syiar dakwah. Ini adalah kehormatan bagi seluruh masyarakat Barru,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Nurhayati Lawe dan keluarga besar Yayasan Zam-Zam Al-Ikhlas atas penyediaan tempat dan fasilitas kegiatan. 

“Terima kasih kepada Hj. Nurhayati Lawe dan keluarga besar yang menyediakan tempat ini. Semoga syiar yang disampaikan Umi Pipik memberi manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.


Bupati menekankan, antusiasme jamaah menunjukkan kerinduan masyarakat Barru akan dakwah yang menyejukkan. Tidak hanya ibu-ibu majelis taklim, jamaah laki-laki juga hadir memadati masjid untuk mendengarkan langsung tausiyah pendakwah nasional.

“Kami bangga Barru menjadi daerah pertama yang dikunjungi Umi Pipik di luar Makassar. Mudah-mudahan kunjungan ini membawa keberkahan dan meninggalkan kenangan baik bagi beliau dan jamaah,” tambahnya.

Perwakilan keluarga H. Lawe menyampaikan syukur atas kehadiran Umi Pipik di Barru. Ia juga melaporkan perkembangan program sosial Umi Pipik untuk anak yatim di Yogyakarta. Lahan seluas 1.000 meter persegi telah dibeli dan kini memasuki tahap pembangunan fasilitas.

“Alhamdulillah, berkat dukungan donatur dan masyarakat, lahan sudah dibeli dan pembangunan berjalan. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang berkontribusi,” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, Umi Pipik menegaskan tiga pesan utama. Pertama, ajakan bersyukur atas nikmat sederhana seperti kesehatan dan waktu untuk beribadah. 

“Sering kita lupa mensyukuri hal sederhana: masih bisa bernapas, sehat, memandang wajah orang tercinta. Padahal itu nikmat tak ternilai,” pesannya.


Kedua, pengingat bahwa segala urusan bermuara pada ridha Allah SWT. Sebaik apa pun rencana manusia, tanpa ridha-Nya semua akan terasa berat.

Ketiga, Umi Pipik mengajak jamaah menyadari bahwa kematian datang tanpa memilih usia. 

“Yang muda mati, yang sehat mati. Kematian tidak menunggu tua. Jadikan itu pengingat untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, dan memperbanyak amal saleh,” tegasnya.

Melalui Safari Dakwah ini, Umi Pipik juga mengajak jamaah meningkatkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim. Kegiatan ditutup dengan suasana khidmat dan antusiasme tinggi dari masyarakat Barru.

Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Barru Andi Milawaty Abustan, Pendiri Yayasan Zam-Zam Al-Ikhlas H. Husain Saide dan Hj. Nurhayati Lawe, para pimpinan OPD, Kepala Bagian lingkup Setda Barru, Ketua Badan Pengurus Pembina Yayasan Zam-Zam Al-Ikhlas dr. Hj. Widia Husain, MARS, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Barru Dr. Hj. Syamsiah Muci,M.Pd., para pengurus majelis taklim, serta jamaah Masjid Baiturrahman H. Lawe Zam-Zam Centre. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama