BARRU (wartamerdeka.info) - Pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat selama delapan tahun ke depan yang menuntut para kepala desa menjalankan amanah dengan jujur, ikhlas, dan penuh tanggung jawab.
"Saya sangat apresiasi kepada pihak yang telah menyukseskan Pilkades Serentak 2026 dengan berlangsung aman, tertib, damai, dan demokratis. Kabupaten Barru sebagai daerah pertama yang sukses menyelenggarakan Pilkades Serentak tahun 2026," kata Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 11 Kepala Desa Terpilih Periode 2026–2034 hasil Pilkades Serentak 2026 di Lantai 6 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Jumat (26/6/2026). .
Kepada para kepala desa, Andi Ina yang didampingi Wakil Bupati Wakil Bupati Abustan A. Bintang, berpesan agar merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik, mengelola Dana Desa secara transparan dan akuntabel, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia juga meminta pemerintah desa memprioritaskan pengentasan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, ketahanan pangan, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan desa wisata, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan bantuan sosial terpenuhi dengan baik.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama agar tidak ada lagi anak putus sekolah karena alasan ekonomi. Selain itu, ia mengajak seluruh desa menggalakkan Gerakan Rabu Bersih sebagai upaya menciptakan lingkungan yang sehat.
Bupati turut menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru yang meningkat dari 4,92 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025, di atas rata-rata nasional. Ia berharap desa menjadi motor penggerak pembangunan melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Andi Ina mengajak seluruh kepala desa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Barru untuk mewujudkan visi "Barru Berkeadilan, Maju Berkelanjutan, dan Sejahtera Lebih Cepat."
Diketahui, dari 12 kepala desa terpilih, hanya 11 yang dilantik. Satu kepala desa terpilih, Ibrahim dari Desa Jangan-Jangan, meninggal dunia menjelang pelantikan setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Makassar akibat sakit.
Usai pelantikan, Bupati menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum dan mengajak seluruh hadirin mendoakan agar amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. (Syam)

.jpeg)
.jpeg)