![]() |
| Foto AP / Matias Delacroix |
JAKARTA - Dua gempa dahsyat dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi hanya berselang 40 detik yang mengakibatkan 188 orang tewas dan 1.520 orang terluka dan tim penyelamat terus mencari korban hilang di antara reruntuhan bangunan.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, melaporkan, gempa bumi diikuti sekitar 20 gempa susulan. Daerah yang paling terdampak meliputi Ibu Kota Venezuela, Caracas, serta negara bagian Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.
Infrastruktur dan gangguan terhadap layanan penting seperti gas, listrik, dan pasokan air mengalami kerusakan. Begitu pula komunikasi seluler dan internet mengalami gangguan dan Bandara Internasional Maiquetia ditutup karena kerusakan infrastruktur.
Pemerintah Venezuela menyatakan keadaan darurat dan menangguhkan sekolah-sekolah dan kegiatan yang tidak penting. Staf Darurat Umum, yang dipimpin otoritas militer ditunjuk dan bertanggung jawab atas operasional telah diaktifkan untuk mengoordinasikan tindakan.
Berbagai negara dan organisasi internasional, termasuk PBB, AS, India, Meksiko, dan negara-negara lain di kawasan itu, telah menyatakan solidaritas dan menawarkan dukungan kepada Venezuela.
Koresponden Sputnik di Caracas melaporkan bahwa pekerjaan pembersihan puing-puing telah dimulai dan warga yang berada di jalanan merasa ketakutan dengan apa yang telah terjadi.

