Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Doa Ibu yang Tak Pernah Padam


MALANG (wartamerdeka.info) - Senyum bahagia tampak menghiasi wajah seorang siswi yang baru saja menyelesaikan pendidikan di bangku Sekolah Dasar Negeri 1 Tawangsari Pujon Malang. Hasna Delisya namanya, dengan mengenakan toga biru dan menggenggam buket bunga, ia berdiri di samping ibunya yang selama ini setia mendampingi setiap langkah pertumbuhannya.

Bagi sebagian orang, kelulusan hanyalah sebuah seremoni. Namun bagi ibu Indah Muttaqin, kelulusan adalah buah dari perjuangan panjang yang dipenuhi kerja keras, pengorbanan, dan doa-doa yang dipanjatkan tanpa henti yang menembus langit meraih ridho illahi.

Tersimpan sebuah harapan dan doa yang selama ini menjadi semangat hidup banyak orang tua di pelosok negeri:

"Anakku ojo sampek soro koyo wong tuwo mu."
(Anakku, jangan sampai hidup susah seperti orang tuamu.)

Kalimat sederhana yang mengandung cinta yang begitu dalam. Sebuah doa yang lahir dari pengalaman hidup, dari kerasnya perjuangan mencari nafkah, dari keinginan agar anak-anak mereka memiliki masa depan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya.

Bahwa setiap tetes keringat yang ia keluarkan saat bekerja sejatinya adalah ikhtiar untuk mewujudkan doa para pendahulu. Ia ingin putrinya tumbuh dengan pendidikan yang luas, wawasan yang tinggi, dan kesempatan yang lebih baik untuk menggapai cita-cita.

"Kami tidak ingin anak hanya mewarisi apa yang kami miliki hari ini. Kami ingin ia mewarisi ilmu, akhlak, dan kesempatan untuk hidup lebih baik, dan pendidikan adalah jalan untuk mengangkat derajat seseorang," tutur Indah Muttaqin.

Sosok ibu yang tak pernah absen dalam perjalanan pendidikan. Saat ibulah yang menjadi pendamping utama, guru pertama, sekaligus penjaga semangat bagi anak-anaknya. Setiap keberhasilan yang diraih sang putri hari ini menjadi bukti bahwa kasih sayang dan doa seorang ibu memiliki kekuatan yang luar biasa.

Kelulusan ini menjadi momentum syukur atas terkabulnya sebagian harapan orang tua. Namun perjalanan masih panjang. Jenjang pendidikan berikutnya telah menanti, bersama tantangan dan peluang yang lebih besar.

Kepada sang putri, doa terbaik terus dipanjatkan:
"Ya Allah, jadikanlah anak kami anak yang salehah, berilmu luas, berakhlak mulia, dan memiliki rezeki yang halal serta berkah. Angkatlah derajatnya dengan ilmu, mudahkan langkahnya dalam menuntut ilmu, dan jadikan keberhasilannya kelak sebagai jalan untuk memberi manfaat kepada agama, keluarga, bangsa, dan sesama manusia."

Semoga Allah tuhan yang maha kuasa menguatkan setiap orang tua yang bekerja keras demi keluarganya. Semoga Allah memuliakan setiap ibu yang mengorbankan waktu, tenaga, dan cintanya untuk mendidik anak-anaknya. Dan semoga seluruh anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, serta mampu mengangkat derajat keluarga dan masyarakatnya.

Di balik setiap kelulusan, selalu ada cinta yang berjuang dalam diam dan doa yang terbang menembus langit. (Hari) .

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama