Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Qatar Raih Poin Pertama dalam Sejarah Piala Dunia


JAKARTA - Qatar meraih poin pertama mereka dalam sejarah partisipasi di Piala Dunia FIFA berkat sundulan Boualem Khoukhi pada menit keempat masa tambahan waktu yang memastikan hasil imbang 1-1 melawan sesama penghuni Grup B, Swiss, di bawah terik matahari kawasan San Francisco Bay Area.

Penalti Breel Embolo pada menit ke-17 tampaknya akan menjadi pembeda dalam pertandingan melawan Qatar yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya. Namun, Khoukhi melompat tinggi di tiang gawang untuk menyambut umpan silang Homam Ahmed dan menanduk bola melewati Gregor Kobel, membuat Swiss menyesali kurang tajamnya penyelesaian akhir mereka dalam laga yang menghasilkan 25 percobaan tembakan ke gawang.

Tim asuhan Murat Yakin tampil jauh lebih dominan pada babak pertama. Dan Ndoye sudah beberapa kali mengancam sebelum gol Embolo, yang lahir dari titik penalti setelah pelanggaran Mahmoud Abunada terhadap Remo Freuler. Ndoye bahkan berpeluang mencetak hattrick pada babak pertama, sementara gelandang Michel Aebischer melihat tembakannya disapu tepat di garis gawang sesaat sebelum turun minum.

Qatar sebenarnya mendapat peluang pertama pertandingan ketika Edmilson Junior lolos saat Manuel Akanji terpeleset pada menit kedua. Namun, pemain sayap tersebut melepaskan tembakan yang terlalu dekat dengan Kobel. Meski Swiss mendominasi permainan, pemain yang sama kembali mengancam menjelang jeda, tetapi Kobel mampu melakukan penyelamatan menggunakan kakinya.

Dibandingkan babak pertama, babak kedua berlangsung relatif datar hingga akhirnya, setelah peluang-peluang dari Juan Vargas dan Embolo gagal berbuah gol, Khoukhi menghadirkan drama pada penghujung laga.

Swiss yang kini tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pembuka terakhir mereka di Piala Dunia, pada akhir pertandingan justru Qatar, yang tuan rumah Piala Dunia sebelumnya, merayakan hasil imbangnya. 

Sumber: FIFA

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama