![]() |
| Presiden Amerika Serikat Donald John Trump (Foto AP / Mark Schiefelbein) |
JAKARTA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melaporkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah ditandatangani secara digital oleh presiden kedua negara, sedangkan upacara penandatanganan yang diharapkan di Swiss pada hari Jumat tidak akan berlangsung.
"Ketika teks ditandatangani oleh otoritas tertinggi, melanggarnya akan menimbulkan konsekuensi yang lebih besar," katanya.
Sementara itu, masih kata Baghaei, kehadiran tim negosiasi Iran di Jenewa tetap menjadi agenda. Para pihak sebelumnya telah sepakat untuk tidak mempublikasikan teks tersebut sampai selesai.
"Pekerjaan kami sekarang lebih sulit daripada sebelumnya, karena implementasi perjanjian internasional selalu jauh lebih sulit daripada penyusunannya, terutama dengan pihak-pihak yang tidak berkomitmen pada kewajiban mereka," tegasnya.
Sementara Iran dan Lebanon mendesak AS untuk menghentikan agresi Israel terhadap Lebanon.
![]() |
| Mohammad Bagher Ghalibaf (Agensi hosting foto brics-russia2024.ru / Kunjungi mediabank) |
Ketua Parlemen Iran dan Lebanon, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Nabih Berri menyatakan, AS dan penjamin lainnya dari Memorandum of Understanding (MoU) Iran-AS yang baru saja diselesaikan harus memaksa Israel untuk menghentikan agresinya terhadap Lebanon.
Israel harus menghentikan penghancuran desa-desa Lebanon dan menghormati kedaulatan negara tersebut. IDF harus menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki.
Sebelumnya, Iran bersikeras bahwa mengakhiri permusuhan di Lebanon adalah prasyarat untuk mengakhiri konflik dengan AS. Itu juga merupakan ketentuan utama dari MoU yang baru saja ditandatangani, yang menyatakan bahwa perang di semua front, termasuk Lebanon, berakhir segera secara permanen.
Namun, para pejabat Israel telah berulang kali menyatakan bahwa Israel bermaksud untuk mempertahankan kendali atas zona keamanan di Lebanon bahkan setelah pertempuran berakhir.
Sumber: Sputnik News

