Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kebakaran TPA Jatiwaringin Gunakan Dua Helikopter BNPB


TANGERANG )wartmerdeka.info) - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin Kecamatan Mauk  Kabupaten Tangerang Banten memasuki hari keempat pada Kamis, 2/7/2026. Meski kobaran api berangsur berkurang, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan sisa titik api di puncak tumpukan sampah.

Dua unit helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB dikerahkan untuk "water bombing" di area yang sulit dijangkau darat.

Sementara itu, dampak kesehatan mulai terasa dengan 154 warga dilaporkan terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut ISPA.


Bencana bermula pada Selasa, 30/6/2026. Titik api pertama muncul di salah satu zona tumpukan sampah TPA Jatiwaringin, kondisi cuaca kemarau, tumpukan sampah yang dalam, dan gas metana membuat api cepat menyebar ke bagian atas timbunan sampah.

Hari pertama dan kedua, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tangerang mengerahkan seluruh armada dan personelnya , namun medan berat dan titik api yang tersembunyi membuat pemadaman belum tuntas. 

Memasuki hari ketiga dan keempat, 1–2 Juli, api masih muncul di beberapa titik. Petugas gabungan TNI, Polri, BPBD, DLH, dan relawan pun siaga 24 jam untuk mencegah api menyebar lebih luas. Hingga Kamis pagi, status masih “berangsur terkendali” tetapi belum padam total.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menjadi komando lapangan. Sejak awal kejadian, ia hadir langsung memonitor dan berkoordinasi intensif dengan BNPB Pusat, BPBD Provinsi Banten, DLH, Damkar, serta instansi terkait.

Langkah cepat yang diambil Pemkab, mengerahkan seluruh armada Damkar Kabupaten Tangerang ditambah dukungan lintas daerah. Bupati langsung berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Tangerang dan Wakil Wali Kota untuk meminjam armada dan personel BPBD Kota Tangerang.

Meminta bantuan udara ke BNPB, dan mendapatkan respon pusat secara cepat, BNPB menerjunkan dua unit helikopter water bombing untuk memadamkan titik api di area sulit dijangkau petugas darat. 

Skema Tugas 24 Jam, petugas dibagi shift. Fokus utama memadamkan sisa titik api, mendinginkan tumpukan, dan mengantisipasi munculnya titik baru.

"Alhamdulillah kondisi kebakaran mulai berangsur terkendali. Namun kami tidak ingin lengah karena masih ada beberapa titik api yang harus terus dipadamkan. Seluruh kekuatan dan sumber daya kami kerahkan agar penanganan dapat berjalan maksimal,” ujar Bupati Maesyal di lokasi.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni memerintahkan BPBD Provinsi untuk backup logistik, personel, dan koordinasi lintas kabupaten/kota.

Sinergi Pemkab-Pemprov-BNPB ini menjadi kunci agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Penanganan kebakaran ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami bersyukur mendapat bantuan dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten, BNPB, Pemerintah Kota Tangerang dan seluruh unsur terkait yang bergerak bersama untuk mempercepat pemadaman,” ujar Bupati.

Akibat asap tebal selama empat hari, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 154 warga sekitar TPA Jatiwaringin terkena ISPA. Angka ini berpotensi naik jika asap masih berlangsung.

Keluhan warga meliputi sesak napas, batuk, mata perih, dan pusing. Sekolah dan aktivitas warga di radius terdekat juga terganggu karena kualitas udara menurun.

Jalan akses menuju Mauk dipenuhi kabut asap pada pagi dan sore hari. Pemkab merespons cepat. Tim kesehatan Dinkes membuat Posko siaga , dan Puskesmas terdekat melakukan pelayanan medis, pemeriksaan kesehatan gratis, dan distribusi masker. Warga diminta segera periksa jika mengalami gangguan pernapasan. (Drianto Martono)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama