![]() |
| Foto AP / Tentara Iran |
JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah melancarkan operasi balasan multi-tahap setelah serangan baru AS terhadap pangkalan-pangkalan pesisir Iran, seperti yang dilaporkan Tasnim.
Menurut IRGC, eskalasi tersebut mengikuti operasi kapal Angkatan Laut IRGC untuk menghentikan dua yang melanggar aturan dan membahayakan navigasi di Selat Hormuz dan menargetkan beberapa fasilitas militer yang terkait dengan AS di seluruh kawasan:
- Yordania: depot rudal dan tangki bahan bakar di Pangkalan Udara Pangeran Hassan dibakar oleh serangan rudal dan drone.
- Bahrain: pusat perawatan dan perbaikan helikopter utama, hanggar pesawat perang elektronik P-8, dan pusat komando dan kendali drone militer AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa hancur.
- Kuwait: tangki bahan bakar dan sistem pertahanan udara Patriot di Pangkalan Udara Ali Al Salem hancur total, bersama dengan sistem radar strategi FPS di Pangkalan Udara Ahmed Al-Jaber.
Unit-unit Angkatan Darat IRGC juga menyerang pangkalan rudal darat-ke-darat Angkatan Darat AS, membakar dan menghancurkan dua platform rudal HIMARS dan depot amunisi di Kuwait.
IRGC mengatakan operasi penyelesaian masih berlanjut. “Selat Hormuz adalah wilayah kami, dan kami tidak akan membiarkan tentara jahat dan pembunuh anak-anak dari seluruh dunia melanjutkan campur tangan ilegalnya di sana,” kata pernyataan itu.
Pesan Iran jelas, serangan AS tidak akan dibiarkan begitu saja, dan campur tangan militer asing di Selat Hormuz akan dibalas dengan kekuatan.
Sumber: Sputnik
