Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Andi Ina Tawarkan Konsep JBL, Ajak APINDO Bangun Ikon Wisata Bahari


MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, membawa gagasan besar tentang masa depan pariwisata Kabupaten Barru melalui konsep Jimbaran Barru Lapakaka (JBL). 

Kawasan wisata bahari yang tengah disiapkan di pesisir Bojo itu diproyeksikan menjadi ikon baru Sulawesi Selatan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berbasis investasi.

Gagasan tersebut disampaikan Andi Ina di hadapan ratusan pelaku usaha pada Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV APINDO di Claro Hotel Makassar, Selasa (4/8/2026). 


Forum itu dimanfaatkan Andi Ina untuk memperkenalkan Barru sebagai daerah yang tidak hanya kaya potensi, tetapi juga siap menjadi tujuan investasi yang menjanjikan.

Menurut Andi Ina, Jimbaran Barru Lapakaka (JBL) bukan sekadar proyek wisata, melainkan konsep pengembangan kawasan pesisir yang memadukan panorama pantai, kuliner laut, ruang ekonomi kreatif, budaya lokal, dan investasi berkelanjutan. Melalui konsep tersebut, Pemerintah Kabupaten Barru ingin menghadirkan destinasi yang memiliki daya saing dan mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.

"Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses," ujar Andi Ina.

Ia menegaskan, mewujudkan kawasan JBL membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama kalangan dunia usaha. Karena itu, APINDO diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan investasi yang mampu mempercepat pembangunan kawasan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

"Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha," katanya.


Selain menawarkan konsep JBL, Andi Ina juga memperkenalkan kekuatan Barru sebagai daerah yang memiliki bentang alam lengkap. Potensi perkebunan, kopi dataran tinggi, nanas madu, pertanian, perikanan, kelautan hingga pariwisata menjadi modal besar untuk dikembangkan melalui investasi yang terintegrasi.

Pengembangan hilirisasi nanas madu, industri perikanan berbasis pesisir, hingga ekonomi kreatif di kawasan wisata menjadi sejumlah peluang yang ditawarkan kepada investor.

"Barru mempunyai wilayah tiga dimensi. Kami punya pegunungan, daratan, dan laut. Potensi itu kami satukan dalam satu visi pembangunan agar mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Andi Ina mengajak APINDO melihat langsung potensi Barru dan bersama-sama mewujudkan Jimbaran Barru Lapakaka (JBL) sebagai wajah baru pariwisata Sulawesi Selatan, sekaligus simbol kebangkitan ekonomi daerah yang bertumpu pada kekuatan alam, budaya, dan kolaborasi investasi.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama