Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

BPBD Kab. Barru Salurkan Air Bersih ke Masyarakat Dampak Cuaca Ekstrim


BARRU (wartamerdeka.info) -Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Barru bekerja sama PDAM dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Barru menyalurkan air bersih di beberapa tempat di Kecamatan Balusu, Soppeng Riaja dan Kecamatan Barru dalam menghadapi cuaca ekstrim El Nino 2026

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Barru, Umar Sinampe atas arahan Bupati dan wakil Bupati Andi Ina Kartikasari-Abustan Andi Bintang Fokus utama: memastikan masyarakat terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses termasuk pemenuhan air bersih.

"Atas arahan Bupati, pastikan semua laporan, baik melalui laporan masyarakat atau sosial media dan aktifkan pos yang ada (call centre 112 dan Pusdalops-PB BPBD)" tegas Kalaksa.

Kalaksa mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Kabupaten Barru, memperhatikan surat Edaran Bupati Barru tentang Peringatan Dini Potensi Kekeringan, 

dan Surat Keputusan Bupati Barru tentang Status Siaga Darurat Bencana Keleringan, Kebakaran Hutan dan Lahan serta Angin Kencang tahun 2026 di Kabupaten Barru.

Surat Edaran tersebut, memuat anatara lain meningkatkan kesiapsiagaan ancaman kekringan di wilayah masing-masing, tidak melakukan aktifitas pembakaran sampah dan lahan dengan metode bebas bakar dan koordimasi lintas sektor dalam pemenuhan air bersih.

Surat Keputusan Bupati tentang Status Siaga Darurat Bencana, memuat penetapan status selama 72 hari, mulai tanggal 21 Juli sampai 30 september 2026.

"Penanganan dampak perubahan iklim harus dilakukan secara kolektif dan cepat. Saat ini prioritas kami kepada warga agar mampu menghadapi dan meminimalkan dampak kekeringan," ungkapnya Rabu 4 Agustus 2026. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama