Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Militer AS menembaki kapal kargo yang menembus blokade Iran

Kapal kontainer Vela Nova telah dihantam oleh dua rudal Hellfire AS, menurut Komando Pusat AS [Reuters]

JAKARTA (wartamerdeka) - Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan sebuah helikopter menembaki ruang mesin kapal kargo Vela Nova berbendera Panama yang berupaya menembus blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Teluk Oman di tengah kebuntuan diplomasi AS-Iran.

Serangan pada hari Selasa itu terjadi di tengah masa relatif tenang dalam konflik antara AS-Israel dan Iran, di mana sebagian besar serangan telah terhenti sejak eskalasi selama 13 hari pada bulan Juli. Konflik ini muncul setelah gagalnya kesepakatan gencatan senjata, bagian dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS dan Iran pada bulan Juni.

Dalam pernyataan CENTCOM, yang membawahi wilayah Timur Tengah, menyebutkan bahwa sebuah helikopter Angkatan Laut menembakkan dua rudal Hellfire ke arah kapal kargo Vela Nova yang berbendera Panama.

Kapal tersebut berupaya melintasi Teluk Oman berlayar menuju pelabuhan Iran. Serangan itu menyasar ruang mesin kapal dan melumpuhkan sistem kemudinya, karena awak kapal mengabaikan peringatan berulang kali dari pasukan Amerika.

Sementara itu, pihak CENTCOM tidak menyebutkan apakah ada awak kapal yang terluka dalam serangan tersebut. Dalam pernyataannya pada hari Selasa, CENTCOM menyatakan bahwa pasukan AS telah melumpuhkan 55 kapal komersial selama pelaksanaan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, melumpuhkan tiga kapal yang tidak mematuhi aturan, serta melakukan pemeriksaan di atas dua kapal.

AS kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di tengah kembali pecahnya pertempuran baru-baru ini, sementara Iran kembali menegaskan kendalinya atas Selat Hormuz. Kedua tindakan tersebut sebelumnya telah dicabut sebagai bagian dari Nota Kesepahaman (MoU) bulan Juni, yang dimaksudkan untuk memulai kembali negosiasi demi perdamaian yang lebih langgeng serta membahas masa depan sanksi berat terhadap Iran dan program nuklirnya.

Upaya untuk kembali mencapai kesepakatan sejauh ini belum membuahkan hasil, pada hari Senin, Trump tampak meningkatkan tekanannya menuntut ganti rugi dari Iran atas kerusakan yang terjadi selama "50 tahun". Sementara sebelumnya Teheran meminta agar dana rekonstruksi menjadi bagian dari kesepakatan apa pun, di mana MoU bulan Juni memuat rencana awal untuk dana sebesar 300 miliar dolar AS.

Situasi konflik semakin rumit dalam babak pertempuran terbaru ini akibat serangan yang dilancarkan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman terhadap kapal-kapal di Selat Bab al-Mandeb, jalur perdagangan penting lainnya di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Iran sebagian besar memusatkan upaya diplomatiknya pada pembicaraan langsung dengan Oman untuk menentukan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz, yang merupakan jalur air vital lintasan bagi 20 persen perdagangan bahan bakar fosil melalui laut dunia.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada hari Selasa mengutip pernyataan Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang mengatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai Amerika Serikat mengubah perilakunya dan menerima syarat-syarat Iran yang menegaskan bahwa kesepakatan apa pun dengan Oman bersifat terpisah dari masalah penutupan selat tersebut.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran pada hari Selasa untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran, sebagai upaya terbaru menuju mediasi yang lebih luas terkait perang tersebut.

Sumber: Al Jazeera

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama