TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kebakaran Mampang, Korban Dapatkan Bantuan dari Sudin Sosial Jaksel



JAKARTA (wartamerdeka) - Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) yang terdiri dari Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan mendistribusikan bantuan terhadap korban kebakaran  di Jl. Poncol Jaya Gg. III RT/RW: 12/05 Kelurahan Kuningan Barat Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.


Hal tersebut disampaikan Kepala Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan Mursidin pada Senin (1/1), ia melanjutkan, pihaknya juga telah mendirikan dapur umum untuk makan korban dampak kebakaran.

Kebakaran itu mengakibatkan korban terdampak sebanyak 100 orang atau 24 Kepala Keluarga. Sedangkan rumah yang terbakar ada 16 unit. Kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik.



"Ketika mendapat informasi terjadi kebakaran, Tim PSKB kami segera menyiapkan bantuan sementara, mendirikan dapur umum, dalam SOP kami 3 jam respontime bantuan sudah diberikan," tandas Mursidin. 

Bantuan sementara dari yang dikirim berupa selimut 90 lembar, tikar  50 lembar, terpal 5 lembar, kaos  30 lembar, dan daster  40 lembar.



"Bantuan yang kami distribusikan sifatnya masih sementara, apabila nanti ada kebutuhan yang perlu ditambah maka akan kami tambah, relawan Tagana kami yang berada di lapangan sedang melakukan pendampingan dan koordinasi dengan aparat setempat," kata Mursidin.(ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama