// Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. //

Pineapple Tsunami setinggi 80 cm terpantau, peringatan dikeluarkan di lepas pantai Iwate, Hokkaido, dan Aomori
Gempa bumi kuat telah melanda Jepang Utara. Peringatan dan imbauan tsunami telah diberlakukan.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa berkekuatan 7,5 terjadi di lepas pantai Sanriku, Prefektur Iwate pada pukul 16.52, dan memiliki intensitas di atas 5 pada skala Jepang 0 hingga 7 di daerah yang paling parah terkena dampaknya.

Harga minyak mentah Brent naik lantaran keterangan yang bertentangan


Kenaikan tajam menyusul serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan pesan-pesan yang bertentangan tentang prospek negosiasi ulang antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca selanjutnya...

 


Alami Kelelahan, Pasangan Difabel dan SPM-nya Diantar Personel Kodim Batang


BATANG (wartamerdeka.info) – Kasihan melihat pasangan suami istri penyandang difabel (tuna wicara) yang kelelahan dalam perjalanan pulang dari Purwodadi, personel Kodim 0736/Batang  membantu mengantar mereka berikut sepeda motornya sampai ke orang tuanya di Banjarharjo Brebes.

Hal tersebut disampaikan Dandim 0736/Batang, Letkol Kav Hendry R.J.Napitupulu, S.Sos.,M.Pol.,dalam rilis tertulisnya di Batang, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019).

Diungkapkan Dandim, peristiwa ini terjadi pada Minggu (22/6/2019), saat pasangan tuna wicara, Prima (31) dan istrinya, pada pukul 17.00 Wib, datang Koramil 01/ Subah, untuk meminta pertolongan.

“Awalnya anggota kita, Serka Subagio, sedikit terkejut atas kedatangan mereka di Koramil Subah. Saat coba di tanya, ternyata mereka merupakan pasangan tuna wicara, sehingga mulanya sulit untuk mendapatkan informasi,” ujar Henry.

“Karena tidak dapat berkomunikasi secara verbal, agar tahu maksud tamu tersebut, Serka Subagko yang saat itu sedang piket di Koramil, kemudian meminta mereka menulis maksudnya melalui Hp dan tulisan tangan di kertas,”tambahnya.

Meski mereka tuna wicara, lanjut Hendry, mereka fasih dalam menggunakan HP atau menulis.

“Dari komunikasi tersebut, akhirnya diperoleh informasi identitas dari suami dan alamat serta saudara yang bersangkutan,”ujarnya.

“Termasuk untuk menuju alamat rumah pun, akhirnya pakai share lock di google map,”imbuhnya sambil tersenyum.

Seketika itu, setelah menerima laporan dari Danramil, Dandim pun memutuskan untuk mengantar mereka langsung dengan menggunakan kendaraan dinas.
“Kita khawatir, jika menggunakan kendaraan umum. Kebetulan kendaraan dinas patroli juga ada, sehingga kita putuskan lebih baik diantar sampai tujuan yaitu di Banjarharjo, Brebes, atau sekitar 140 km dari Kodim,” tegasnya.

“Untuk memudahkan memonitor pengantaran mereka, petugas piket, Serka Subagio bersama Serda Abdul Latif, diberikan nomor Hp orang tuanya. Syukur semuanya berjalan dengan lancar, baik Prima dan istrinya maupun anggota kami kembali dari sana,”tambah lulusan Akmil 1999 ini. 

Sementara itu, Danramil 01/Subah, Kapten Inf Sugito mengatakan, sepasang suami istri tersebut sedang melakukan perjalan dari Purwodadi menuju Brebes, dengan Alamat Banjarharjo RT/ 04, RW 04, Kecamatan Bajarharjo.

“Mereka menuturkan saat memasuki wilayah Subah, sepeda motor yang dikendarainya mogok, dan istrinya juga mengalami pusing. Kemudian, mereka memutuskan mencari Kantor Koramil untuk minta bantuan. Saat itu diterima piket Serka Subagio,”urainya.

“Setelah didapat informasi kita laporkan ke Dandim. Sesuai perintah beliau (Dandim), sambil menunggu kendaraan pengantar, mereka berdua diperintahkan istirahat dan diberikan makanan maupun minuman agar segera pulih,”tambah Sugito.

Selain itu, lanjut Danramil, Serka Subagio yang kebetulan ada di piketan juga memanggil tenaga medis dari Puskesmas untuk memeriksa kondisi kesehatan pasangan suami istri itu.

“Untuk memastikan keselamatan Prima beserta istrinya, dirinya memerintahkan Serka Muflikin dan Serda Sariyanto (petugas piket angkutan) untuk mengantarkan mereka beserta sepeda motornya ke alamat orang tuanya,” terangnya.

“Kemungkinan mereka kecapekan. Setelah dirasakan cukup pulih maka jam 21:00 mereka diangkut dengan menggunakan kendaraan dinas Kodim. Alhamdulillah, tiba di rumahnya yaitu Banjarharjo sekitar pukul 24.00,”pungkasnya.(A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama