{getpages} $label={recent} $style={1}

Dari Jakarta hingga Papua, Keluarga Besar Arung Ralla Pulang Bersilaturahmi di Barru


BARRU (wartamerdeka.info) -  Pagi itu, halaman Gedung Serbaguna Bola Soba’e Barru terasa lebih hangat dari biasanya. Orang-orang saling bersalaman, sebagian berpelukan, sementara yang lain saling menyapa dengan wajah penuh rindu.

Mereka datang dari berbagai penjuru negeri dari Barru, Makassar, Jakarta, bahkan Papua—untuk satu tujuan yang sama: bersilaturahmi dalam Halalbihalal Kerukunan Keluarga Besar Arung Ralla H. Husaini Pala, Minggu (23/3/2026).

Pertemuan tahunan ini bukan sekadar tradisi pasca Idulfitri. Bagi keluarga besar Arung Ralla, ini adalah cara menjaga ikatan yang telah dirintis oleh para leluhur mereka puluhan tahun silam.


Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Barru Abubakar,S.Sos. M.Si yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Barru menyampaikan salam hormat dari kedua pimpinan daerah tersebut yang berhalangan hadir karena agenda pemerintahan yang mereka hadiri. 

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur melihat kuatnya ikatan kekeluargaan yang masih terjaga hingga kini.

“Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan oleh Arung Ralla H. Husaini Pala tetap hidup dan dirawat oleh generasi penerusnya,” ujarnya.


Ia mengajak seluruh keluarga besar Arung Ralla menjadikan momentum Halalbihalal sebagai ruang refleksi setelah menjalani ibadah Ramadan. Menurutnya, bulan suci tersebut ibarat “pendidikan dan latihan spiritual selama 30 hari” yang membentuk keimanan dan ketakwaan.

“Sekarang saatnya kita melihat sejauh mana hasil dari ‘diklat’ spiritual itu bisa kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari—dalam pekerjaan, dalam masyarakat, dan dalam hubungan dengan sesama,” katanya.

Lebih jauh, Pj Sekda juga mengajak keluarga besar Arung Ralla yang tersebar di berbagai daerah untuk ikut berperan dalam pembangunan Kabupaten Barru. 

Dengan latar belakang profesi, pendidikan, dan jaringan yang luas, ia menilai potensi keluarga besar ini dapat menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan daerah.

Ajakan itu juga disampaikan di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Tahun 2026, Kabupaten Barru mengalami pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp133 miliar.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program-program strategis nasional di Barru, seperti pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, serta program Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Tanete. 

“Pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kolaborasi semua pihak agar Barru dapat terus berkembang dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Arung Ralla, Hj. Nurul Huda Ilyas, menegaskan bahwa Halalbihalal ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga kebersamaan keluarga lintas generasi.

Menurutnya, kegiatan ini telah menjadi tradisi yang terus dijaga, bahkan tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-14.

“Alhamdulillah, silaturahmi keluarga tetap terjaga. Ini berkat nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan oleh orang tua dan para leluhur kita,” ujarnya.

Selain pertemuan tahunan, keluarga besar Arung Ralla juga memiliki arisan keluarga yang digelar setiap bulan, sebagai cara sederhana namun efektif menjaga hubungan kekeluargaan.

Nurul Huda juga menekankan pentingnya regenerasi dalam keluarga. Ia menyebut generasi muda kini mulai dilibatkan dalam berbagai kegiatan keluarga, termasuk dalam kepanitiaan Halalbihalal tahun ini.
“Kita ingin nilai-nilai kekeluargaan ini terus hidup dan tertanam pada anak-anak dan cucu-cucu kita,” katanya.

Ketua Panitia Halalbihalal, Hidayat S.T, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Meneguhkan Iman dan Takwa dalam Semangat Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge.”

Tema tersebut mencerminkan nilai luhur masyarakat Bugis yang diwariskan oleh para pendahulu keluarga Arung Ralla, nilai tentang saling menghargai, saling memuliakan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Menurut Hidayat, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Barru, tetapi juga dari Makassar, Jakarta, hingga Papua. Bahkan beberapa tokoh keluarga di perantauan turut menyampaikan salam dan permohonan maaf lahir batin karena belum dapat hadir secara langsung.

“Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi bukti kebersamaan generasi penerus keluarga Arung Ralla yang kini telah memasuki generasi keempat dan kelima,” ujarnya.

Menjelang siang, suasana di dalam gedung semakin akrab. Tawa, cerita masa lalu, dan saling bertukar kabar menjadi pemandangan yang menghangatkan hati.

Di tengah arus zaman yang terus berubah, keluarga besar Arung Ralla menunjukkan satu hal yang tetap terjaga, silaturahmi yang tidak pernah putus oleh jarak maupun waktu. (syam md)

Redaktur

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama