TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

13 WNA Terpapar Covid-19 Di Karimun

Rachmadi, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Karimun

KARIMUN (wartamerdeka.info) - Sebanyak 13 orang warga negara asing (WNA) yang bekerja di Kabupaten Karimun dilaporkan terinveksi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Rachmadi, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

"Pada Mei ini sudah 13 orang. Mereka bekerja pada salah satu perusahaan yang ada di pulau Karimun," ucap juru bicara satgas Covid-19 itu, Senin (24/05/2021).

Saat ini, WNA yang dinyatakan positif tengah di rawat dan di isolasi di Rumah Sakit setempat.

"Saat ini mereka dirawat pada ruangan khusus yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit," jelas Rachmadi.

Tim gugus tugas Covid-19 juga rencananya akan melakukan Trakcing terhadap 1.000 orang tenaga kerja, baik WNA maupun lokal yang bekerja di salah satu perusahaan.

"Ada rencana perusahaan akan melakukan tracking terhadap 1.000 karyawannya. Namun, tentu saja hal ini harus dilakukan secara bertahap disebabkan keterbatasan tenaga kesehatan,” katanya.

Pemda Karimun juga disebutkan telah meminta pihak perusahaan agar menyiagakan tempat jika seandainya ditemukan pekerja yang terpapar. 

"Selain itu, dari Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun juga sudah mengirimkan surat ke perusahaan yang bersangkutan untuk menyiapkan satu lokasi yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri jika klaster dari perusahaan meningkat," ujarnya.

Rachmadi juga mengatakan, dalam sepekan terakhir terjadi lonjakan penularan virus Covid-19. Dirinya berharap agar seluruh masyarakat selalu mematuhi protokoler kesehatan dan menghindari kerumuman.

"Dalam dua hari jumlah kasus baru sebanyak 128 orang yang positif. Merupakan rekor baru, setelah pekan lalu dalam 6 hari 130 kasus. Yakni, Sabtu (22/5) ada 45 kasus dan kemarin bertambah banyak lagi menjadi 83 kasus. Selain itu, yang sembuh dalam dua hari 20 orang. Total kasus aktif saat ini 285 kasus,” terangnya. (Ed/Sihat)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama