Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


 


TOP 5 SINOLLA Lamongan: Shorghum Plus Menuju Diversifikasi Pangan

Plt. Kepala Dinas TPHP Kabupaten Lamongan

LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2021 kabupaten Lamongan yang  masuk dalam deretan TOP 5, selain Si Cabe Manis dari kecamatan Laren, Shorghum Plus dari dinas Tanaman Pangan, Hortikukultura dan Perkebunan (TPHP) Pemkab Lamongan juga menempati 5 terbaik dari 96 OPD/UPTD yang mengikuti ajang kompetisi tersebut untuk kategori Ketahanan Pangan. 

Kejelian dinas TPHP  memilih Shorghum sebagai fokus inovasi bukan tanpa alasan. Sorgum adalah tanaman serbaguna  sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Dan Sorgum adalah makanan pokok di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara. 

Dari beberapa referensi menyebut Sorgum  mengandung serat tidak larut air atau serat kasar dan serat pangan, sebesar 6,5% - 7,9% dan 1,1% - 1,23%. Kandungan protein juga seimbang dengan jagung sebesar 10,11% padahal jagung 11,02%. Kandungan pati yang ada pada Shorghum sebesar 80,42% padahal pada jagung sebesat 79,95%.

Bedanya tepung sorgum tidak ada glutennya tidak seperti halnya dengan tepung terigu. Sehingga pati Shorghum kurang diminati. Padahal makanan yang terlalu banyak gluten kurang baik untuk kesehatan. Sementara, bahan makanan yang memiliki gluten tinggi (sangat elastis) dianggap sangat nikmat, seperti mie atau sejenisnya. Celiac desease umumnya disebabkan oleh bahan makanan yang memiliki gluten tinggi, bisa jadi dari sinilah tepung Shorghum menjadi alternatif tepung untuk dikonsumsi. 

Dengan seabrek manfaat Shorghum dan kelangkaan tanaman ini, dinas TPHP Lamongan berupaya mengembangkan tanaman Shorghum, selain sebagai makanan alternatif pengganti beras, Shorghum juga diolah menjadi camilan, bahan untuk pembuatan mie, dll. 

"Ke depan bagaimana sorghum bisa dikembangkan di wilayah Lamongan tidak hanya di 3 kecamatan, tetapi di wilayah dengan potensi lahan kering yang cukup besar di Lamongan," ujar Sujarwo, Plt. Kepala Dinas TPHP pemkab Lamongan. 

Selain itu, lanjut mantan Kabag Organisasi ini, penangkaran benih juga dikembangkan untuk mencukupi kebutuhan benih sorghum baik di Lamongan dan Kabupaten lainnya yang mereplikasi pertanaman sorghum.

Dia berharap ke depan mampu mendorong sorghum dengan industri pangan untuk Bersinergi menciptakan sorghum sebagai bahan dasar mie di masa mendatang sebagai substitusi gandum.

Pilihan tema inovasi Shorghum plus di ajang kompetisi Inovasi tahun ini, menurut Sujarwo adalah sebuah implementasi pertanian tanaman pangan alternatif yang bermanfaat baik dari biji, batang dan daun. 

"Inovasi ini untuk mendukung diversifikasi pangan dengan pendekatan on farm dan off farm atau hulu hilir pertanian," Sebutnya. 

Dia juga mengatakan, pada on farm  dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih sampai budidaya dan panen. Sedangkan, pada off farmnya, bagaimana mengelola sorghum menjadi olahan  yang sampai saat ini sudah ada 16 jenis olahan, selain itu ada potensi di sisi industri pakan ternak dan pangan sebagai pengganti gandum untuk bahan dasar mie, dan juga industri gula karena batangnya bisa dijadikan nira/gula.(Mas)

Posting Komentar untuk "TOP 5 SINOLLA Lamongan: Shorghum Plus Menuju Diversifikasi Pangan"