Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Pelantikan Pejabat Di Lamongan, Nepotisme Masih Kental?

Oleh : W. Masykar

Pelantikan ratusan pejabat di Lamongan mulai eselon 2,3 dan 4 kemarin tampaknya masih mempertahankan pola dan jargon lama, mendahulukan "orang dekat", nepotisme masih sangat terasa. Tidak banyak ada perubahan wajah birokrasi di kota Nasi Boranan itu. Sejumlah pejabat yang kemarin menjadi  pendukung kuat pasangan bupati terpilih juga belum banyak kelihatan mendapatkan posisi baru. Sejumlah pejabat yang ditengarai membawa bayang bayang rejim sebelumnya pun kelihatan belum mendapatkan tempat, bahkan bisa jadi malah agak terisisih. Padahal, mereka adalah pendukung kuat (Semoga asumsi ini tidak benar). 

Namun, sesungguhnya, wajah birokrasi seperti ini, sudah kelihatan sejak terpilih dan dilantiknya Sekretaris Daerah (sekda) beberapa waktu kemarin, kemudian disusul dengan diangkatnya Plt. Kepala dinas pendidikan sampai dilantiknya mantan direktur Bank Daerah Lamongan (BDL) itu, menakhodai dinas pendidikan. 

Tidak banyak bisa diharapkan akan kehadiran pola dan model pemerintahan yang mengedepankan meritsystem dalam penempatan pejabat. Selain dinas pendidikan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kabag Pemerintahan dan Plt. Asisten 1, dilantik  menjadi kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) adalah fakta konkret, jika kolusi dan nepotisme masih sangat kenthal. Lainnya, kepala Bapenda digeser ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. kemudian kepala dinas Perikanan dioper ke Dinas Perhubungan juga semakin menguatkan asumsi akan masih tebalnya unsur nepotisme dalam penempatan pejabat.

Sebab dua pejabat itu, ditengarai berada dibarisan rival dari pasangan bupati terpilih pada pilkada kemarin. Akan tetapi kedekatan, mesti tetap menjadi ukuran. 

Bagaimanapun "orang dekat" lebih kuat daripada pendukung kuat. Bisa jadi pergeseran (mutasi) berikutnya entah kapan akan dilakukan juga tidak terlalu banyak bisa diharapkan akan mampu merombak sistem dan tatanan pemerintahan yang adaftif, inovatif dan kompeten. Bersambung..

Posting Komentar untuk "Pelantikan Pejabat Di Lamongan, Nepotisme Masih Kental? "