Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Program Lisdes Bekasi Baru Menjangkau 15 % Warga Desa Miskin

Oleh: Aris/Edhie Soemarno


Bekasi-Kasie Energi Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan dan Pertambangan (DPDLP) Pemkab Bekasi Drs Adi Purwanto MM mengemukakan, hingga kini masih banyak masyarakat miskin pedesaan di Kabupaten Bekasi yang masih belum terjamah program listrik pedesaan (lisdes).

Sesuai data yang berhasil dikumpulkan pihak DPDLP pada tahun 2007 ini, masih sekitar 20.906 KK keluarga miskin (prasejahtera I) di pedesaan yang belum bisa menikmati listrik. Dari jumlah itu, baru sekitar 15 persen atau sekitar 3.141 KK yang terjaring dalam program lisdes pada tahun 2007 ini.

Menurut Adi Purwanto, kemarin, program lisdes ini di Kabupaten Bekasi dimulai pada tahun 2004, dengan dana awal Rp 56 juta untuk satu desa.

‘’Pada tahun 2007 ini, program lisdes diperuntukkan bagi 22 desa di enam kecamatan, dengan anggaran Rp3,1 milyar,’’ujar ujar kasie yang membidangi masalah listrik dan migas sambil menambahkan bahwa lamanya pemasangan listrik pedesaan ini rata-rata dua minggu untuk satu desa.

Ditambahkan pula bahwa dalam program lisdes ini untuk setiap rumah atau KK mendapat anggaran Rp 1.002.000, sehingga dengan anggaran Rp3,1 Milyar berarti sekitar 3.141 KK yang bisa dipasangi progam listrik gratis ini. ‘’Memang masih sedikit yang bisa terjangkau program lisdes ini. Sebab, anggarannya memang masih sedikit. Oleh sebab itu, saya berharap agar anggaran untuk program lisdes ini bisa makin meningkat di tahun-tahun mendatang,’’ujar Adi.

Dalam melaksanakan program ini, ujar Adi lagi, Pemkab dalam hal ini Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan dan Pertambangan bekerjasama dengan PLN Areal Pelayanan Jaringan (APJ) II Kabupaten Bekasi dan PLN Distribusi Provinsi Jawa Barat serta rekanan (pemborong).

Mengenai anggaran dalam melaksanakan program lisdes ini, menurut Adi, dananya berasal dari APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama