Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Ibu-ibu di Selang Bojong Demo Tolak Pembangunan SPBE

BEKASI-Puluhan warga di lingkungan Rt 01/01 Kampung Selang Bojong, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, kembali berunjuk rasa. Kali ini, dimotori oleh kaum ibu rumah tangga. Mereka menolak pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) milik PT Gasindo Jaya Pratama (GJP) karena dinilai, akan berdampak pada keselamatan jiwa.

Walau diguyur hujan, sejumlah ibu rumah tangga dengan membawa anak-anaknya terus melakukan unjukrasa tersebut. Dengan membawa kertas karton bertuliskan 'tolak pembangunan SPBE' meminta pihak PT GJP untuk menghentikan pembangunan yang dinilainya akan membahayakan warga dilingkungan sekitar. "Warga disini tidak setuju, kecuali bukan pembangunan gas. Sebab, akan membahayakan keselamatan jiwa ke depannya," ujar Ibu Mini.

Kata Mini, dirinya meragukan akan keselamatan atas berdirinya SPBE tersebut. "Warga takut, bila perusahaan ini meledak seperti di beritakan televisi," katanya.

Apalagi, dirinya dan sejumlah warga tidak mengetahui sebelumnya akan dibangun SPBE tersebut. "Ibu-ibu merasa dibohongi atas pembangunan itu, sebab dalam sosialisasi gak diberitahu sebelumnya," sesalnya.

Menurut Rahmad yang ikut dalam aksi, aksi ibu rumah tangga ini, dilakuka secara spontanitas. "Tidak ada paksaan, namun atas kesadaran sendiri," ujarnya.

Lebih jauh, Rahmad merasa pembangunan SPBE tidak sesuai dengan peruntukannya. Karena, berada di lingkungan pemukiman warga. "Setahu saya, sesuai dengan aturan pertamina pusat yang salah satunya adalah jauh dari pemukiman warga," terangnya.

Pihaknya juga menginginkan, agar PT GJP memberikan kejelasan yang pasti atas pembangunan SPBE nantinya. "Bukan soal ganti rugi, namun kepastian berdirinya pengisian gas itu," tandasnya.

Di lokasi, Penanggungjawab Proyek SPBE PT GJP, Dudi mengatakan sesuai dengan perizinan lingkungan, pihaknya telah mendapat persetujuan warga sekitar. "Berupa tandatangan 40 warga melalui ketua RT/RW juga kelurahan," katannya.

Yang jelas, lanjut Ia, tahap awal dari rencana pembangunan SPBE yakni dilakukannya pemagaran lokasi seluas 4500 m2. "Selesai pemagaran, kami menunggu izin dari pertamina pusat. Diizinkan atau tidak, kami menunggu keputusan tim dari pertamina pusat," katanya lagi.

Seperti diberikan,  pembangunan SPBE milik PT Gasindo Jaya Pratama merupakan yang distributor pengisian Gas Elpiji berukuran 3 kg ke agen/pangkalan, rencananya akan rampung pada maret 2011. (dharma)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...