TANGERANG (wartamerdeka.info) - Merespons tantangan global dan memperkuat ketahanan industri nasional, Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) bekerja sama dengan KADIN Banten Bidang ICT, Kadin Digital Institut mengelar Roadshow Nasional berskala masif bertajuk "AI Driven: Secure & Efficient".
Acara yang digelar Yorindo Communication berlangsung sukses di Hotel Aston Cimone, Tangerang, merupakan acara titik ke-6 dari total 10 kota rangkaian roadshow di seluruh Indonesia.
Acara resmi dibuka oleh pihak penyelenggara (APTIKNAS BANTEN - Yorindo) yang memaparkan hasil survei terkini 5 kota terakhir, mengenai tingkat kesiapan industri di Indonesia dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) serta evaluasi kesiapan sistem keamanan siber di masing-masing perusahaan. Laporan ini menjadi landasan urgensi dilaksanakannya forum edukasi dan transformasi ini.
Mewakili penggerak ekonomi daerah, Ir. Nazir Danuarta Sudirman MM MBA, Wakil Ketum Kadin Banten Bidang ICT sekaligus Ketua DPD APTIKNAS Banten & Direktur Kadin Digital Institut turut memberikan sambutan pembuka.
Dalam keterangannya, Nazir mengatakan berbagai program strategis dari asosiasi yang dirancang untuk mendorong akselerasi transformasi digital di wilayah Banten.
"Kami membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya untuk membangun ekosistem digital yang kuat dan saling mendukung di Banten," katanya.
Sesi strategis dilanjutkan oleh Didi Nurcahya, Chairman of Standing Committee Cybersecurity II APTIKNAS & BSSN Implementor, yang membawakan materi mengenai Infrastruktur Cerdas. Didi mengingatkan pentingnya para pelaku industri terkait risiko penggunaan AI instan atau yang dikenal dengan Black Box Syndrome.
Dalam kesempatan itu, Didi mengajak peserta untuk mulai membangun kesadaran pentingnya kedaulatan digital dan kemandirian teknologi di dalam negeri.
Dari sisi keamanan, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., menekankan bahwa fondasi keamanan siber yang sejati dimulai dari "People" (Manusia).
"Keamanan siber bukanlah tanggung jawab eksklusif tim IT semata, melainkan kewajiban seluruh individu di dalam perusahaan. Program awareness dan tata kelola keamanan harus menyentuh semua level," ujar beliau. Lebih lanjut, Didi membedah tren ancaman siber masa kini, termasuk serangan yang difasilitasi oleh AI, serta risiko spesifik yang mengintai industri manufaktur di era digital.
Melengkapi wawasan strategis, acara dilanjutkan dengan sesi Solution Sharing yang menghadirkan inovasi langsung dari para mitra teknologi:
- PT. Ananta Multitech Internusa memaparkan produk infrastruktur cerdas dari H3C.
- PT. Masahiro mengajak peserta melihat lebih dekat teknologi IoT dan perlengkapan robotik yang dirancang khusus untuk efisiensi manufaktur.
- PT. SAI (Solusi Amanillah Indonesia) menghadirkan terobosan dalam pengelolaan limbah cerdas berbasis teknologi.
- BIPO Indonesia menawarkan solusi modern terkait pengelolaan SDM yang adaptif di era digital dan AI.
Memasuki sesi siang, paradigma peserta diperluas melalui Workshop People Intelligence yang dibawakan oleh Mario Wijaya, Direktur BIPO Indonesia. Mario menyampaikan materi menyoroti ketergantungan 100% pada AI adalah sebuah kesalahan strategis.
"Untuk membangun AI yang efektif, kita membutuhkan 'People' yang benar-benar menguasai Business Process pekerjaannya. Kitalah yang harus membuat AI bekerja untuk kita, bukan sebaliknya," tegas Mario, yang melanjutkan pendapatnya bahwa pendekatan ini didorong agar perusahaan terlepas dari ketergantungan buta pada AI Generative publik seperti ChatGPT atau Gemini.
Puncak acara ditandai dengan sesi Hands-on Workshop AI n8n yang dipandu Praktisi AI & IoT sekaligus Ketua APTIKNAS DPD Bekasi dan Direktur SMARTPLUS, Agus Dedi Supriyadi. Pada sesi pertama, Agus membedah peluang efisiensi ekstrem yang bisa dicapai perusahaan dengan mengimplementasikan AI n8n di berbagai lini, mulai dari HRD, General Affair (GA), Finance, hingga lini Produksi.
Pada sesi kedua, peserta diajak melakukan praktik langsung (live demo). Mulai dari menyiapkan akun n8n, mengatur credential Telegram yang aman, hingga Merancang Workflow Otomasi. Peserta berhasil melihat dan mempraktikkan bagaimana sistem n8n dapat bekerja secara otomatis menyortir ratusan CV pelamar kerja untuk departemen HRD, di mana staf hanya perlu menerima hasil seleksi akhir yang sudah terkurasi secara cerdas.
Sebagai penutup, perwakilan Kadin Banten menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta, pembicara, dan sponsor. Pada kesempatan itu, Kadin mengajak seluruh perusahaan yang hadir untuk bergabung ke dalam komunitas digital berkelanjutan, bergerak bersama membangun Banten melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna.
Melalui penyelenggaraan di kota ke-6, APTIKNAS, KADIN dan Yorindo berharap akan terus lahir inovasi-inovasi baru dari talenta lokal yang mampu membangun AI yang aman dan mandiri. Optimalisasi efisiensi berbasis kecerdasan buatan ini diharapkan menjadi perisai tangguh bagi industri nasional dalam menghadapi dan bertahan di tengah krisis ekonomi global. (**)







