// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Masyarakat Peduli Pendidikan Demo Tolak Interpelasi PPDB Online

BEKASI (wartamerdeka.com) – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pendidikan yang terdiri dari guru, mahasiswa, dan mantan mahasiswa melakukan aksi demo di depan gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (31/07/2015) siang.
Aksi demo tersebut yakni, menolak rencana interpelasi DPRD Kota Bekasi terkait PPDB Online.
Kordinator Aksi Aliansi Masyarakat, Hasan Basri disela aksi menyatakan bahwa PPDB Online sudah selesai dan jangan di politisasi.
“Dewan jangan politisasi pendidikan, PPDB sudah selesai, siswa sudah mulai belajar,” ungkap Hasan Basri.

Sementara, Perwakilan BMPS, Syahroni mengungkapkan, PPDB Online di Kota Bekasi sudah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan banyaknya daerah yang melakukan studi banding ke Kota Bekasi, bahkan mendapat predikat PPDB terbaik.
“Kita lihat tiga tahun lalu, sekolah dan pendidikan amburadul, namun sejak ada PPDB Online manjadi kondusif dan adanya pemerataan pendidikan negeri dan swasta,” ungkap Syahroni.
Inilah tuntutan KAMMI atau Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia :
1. Tolak politisasi pendidikan di Kota Bekasi.
2. Tolak komersialisasi pendidikan di Kota Bekasi.
3. Lawan oknum Anggota Dewan yang menurunkan kualitas pendidikan di Kota Bekasi.
4. Dukung sistem pendidikan yang mewujudkan Visi Kota Bekasi : Maju Sejahtera dan Ihsan.
Terkait dengan aksi demo tersebut, pihak DPRD sudah mengajak para demonstran untuk berunding. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan.
“Kita sudah ajak masuk para demonstran buat masuk dan berunding, tapi merekanya tidak mau,” ujar Nuryadi saat konferensi pers di Gedung DPRD Kota Bekasi.
Para peserta demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat tersebut menolak untuk bermusyawarah dengan pihak DPRD di dalam Gedung DPRD Kota Bekasi.
“Kita menolak untuk masuk ke dalam gedung. Dulu anggota dewan yang mendatangi masyarakat saat pemilihan, masa sekarang rakyat yang harus mendatangi mereka!” teriak para demonstran di depan Gedung DPRD Kota Bekasi.
Para demonstran akhirnya pergi meninggalkan Gedung DPRD Kota Bekasi karena tidak bertemu dengan pihak dari DPRD diluar. (Agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama