Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Kegiatan Nobar Film G 30 S PKI Diminati Warga Kota Bekasi




BEKASI (wartamerdeka.net) -  Kegiatan nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30 S PKI (Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia),  yang diprakarsai Panglima TNI, yang digelar di sejumlah tempat di Kota Bekasi, ternyata cukup diminati masyarakat.


Seperti yang digelar persis di depan Stasiun Bekasi Jalan Diklat PJKA,  Kelurahan Margamulya,  pada 23  September 2017 lalu, cukup banyak dihadiri warga yang ingin menonton.

Tampak sejumlah  Ketua RT/RW, Lurah Margamulya, Babinsa dan Bimaspol setempat ikut kegiatan nobar ini.

Raup,  salah seorang warga,  mengatakan,  pemutaran lagi film bersejarah Pengkhianatan G 30 S PKI ini cukup layak,  setelah hampir 20 tahun tidak pernah diputar.

"Ini agar peristiwa seperti itu jangan terulang kembali.  Saya sebagai warga masyarakat sangat prihatin dengan peristiwa dan kejadian yang dilakukan oleh G 30 S PKI.  Jangan diikuti dan tidak pantas dicontoh ,"ungkapnya.

Di tempat yang sama Babinsa setempat Serda Nurali yang juga menyaksikan langsung nobar ini mengatakan,  kegiatan nobar Film G 30 S PKI ini dilaksanakan mulai dari tingkat RT sampai tingkat Koramil.

"Ini  perintah langsung dari Panglima TNI makanya semua jajaran Babinsa harus mendukung dan ikut menonton film ini,"jelasnya.

Demikian pula  dengan kegiatan nobar yang digelar di halaman kantor Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu malam (23/9/2017),  cukup banyak juga dihadiri warga.

Hadir dalam nobar di Bintara, Danramil 01 Kranji Mayor Inf Rahmat Triono, Lurah Bintara Endang Suparman, Wakil Ketua Karang Taruna Jawa Barat Nasrullah, Bimaspol Bintara juga perwakilan dari organisasi kemasyarakatan.

Nonton bareng ini juga dihadiri Ketua Forum RW Bekasi Barat Masturi, para ketua RW/RT dan warga bintara serta ratusan antusias masyarakat sekitar.

Besarnya antusias masyarakat menonton film G30S/PKI membuat halaman kantor kelurahan tempat pemutaran film penuh sesak dan meluap hingga ke luar kantor kelurahan sejak sore menjelang Maghrib. Tidak hanya orang dewasa tapi juga  anak anak ikut bergabung dalam acara nonton bareng tersebut.

Lurah Bintara Endang Suparman, dalam acara nonton bareng pemutaran film mengatakan tujuan diadakannya nonton bareng ini untuk mengingat kembali sejarah kelam bangsa Indonesia atas pembantaian terhadap tujuh Jendral Angkatan Darat di masa itu.

“Semua pihak diminta menanggapi positif acara nonton bareng (nobar) film G30 S PKI yang diselenggarakan oleh Koramil 01 Kranji dan Kelurahan Bintara. Sejarah bangsa ini penting agar tidak terlupakan, terutama bagi generasi muda penerus bangsa,” ungkapnya. 

Di tempat yang sama, Danramil 01 Kranji Mayor Inf Rahmat Triono mengatakan, pesan Presiden pertama Indonesia, Soekarno harus diingat agar tidak melupakan sejarah. Apalagi, kata dia generasi muda sekarang banyak yang melupakan sejarah tersebut.

“Nobar film tentang PKI itu penting supaya sebagai bangsa yang besar kita tidak lupa sejarah dan jangan ada lagi komunis di negeri Indonesia tercinta, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati,” tegasnya.

Selain itu,  kegiatan nobar di RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur,  didominasi anak-anak dan remaja dari Karang Taruna.

Keinginan  warga untuk menggelar Nobar Film  G30S/PKI khususnya bagi remaja, praktis tidak hanya lantaran adanya imbauan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. 

Warga sepakat, film ini memberikan pembelajaran kepada generasi muda untuk lebih mencintai NKRI dan mengingatkan pesan Proklamator Kemerdekaan RI Ir Soekarno, bahwa bangsa besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, atau “Jasmerah” (Jangan lupakan sejarah).

“Jangan sampai generasiremaja disesatkan faham komunis, Marxisme, Leninisme yang bertentangan dengan nilai – nilai Pancasila,” kata Sanam, Ketua RW 26, Kelurahan Margahayu.

Warga bersama pengurus Karang Taruna memang bergotong royong menggelar nobar. Menurut Sanam, ini sebagai bentuk partisipasi kepedulian kepada sejarah, bahwa memang benar sejarah tragedi pengkhianatan PKI tahun 1965 itu ada di Indonesia.(Pandi/Rosidi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...