Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Presiden Jokowi Buka-bukaan Soal Pembicaraannya dengan Gubernur DKI Jakarta

Presiden Joko Widodo
JAKARTA (wartamerdeka) - Presiden Joko Widodo mengungkap pembicaraan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Istana Merdeka Jakarta, Rabu pekan ini.


"Kita bicara masalah kemacetan dan banjir," kata Presiden setelah acara Peresmian pembukaan rapat kerja Nasional (Rakernas) Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) tahun 2017 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo (JI-EXPO) Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/10/2017). 

Jokowi mengatakan kepada Anies dan Sandi agar terus mengecek pembangunan "Mass Rapid Transport (MRT)" yang sekarang sedang berjalan.
Presiden berharap pada 2018 semua pekerjaan di atas Jalan Sudirman tidak ada lagi karena adanya penyelenggaraan Asian Games yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembeng.

"Semuanya harus bersih, karena kita akan mempunyai tamu Asian Games itu 30 ribu tamu yang akan datang, atlet, sehingga -jalan, trotoar, kalau dibangun segera dan cepet diselesaikan," katanya.

Presiden berharap pada saat pelaksanaan Asian Games tidak ada lagi ada penggalian atau pembangunan di pinggir jalan.

Jokowi juga berharap pembangunan LRT juga diselesaikan tepat waktu karena angkutan massal ini bisa mengurangi kemacetan di Jakarta.

"Kita kehilangan Rp28 triliun tiap tahunnya karena kemacetan di Jakarta. Ini yang harus konsentrasi dikerjakan, kalau ada masalah pembebasan segera diselesaikan supaya targetnya tepat waktu," kata Presiden.

Jokowi juga meminta pemimpin Jakarta ini menata kawasan kumuh, sehingga Ibukata Negara ini menjadi kota yang memiliki penataan yang baik.

"Sehingga Jakarta betul-betul menjadi sebuah kota dengan penataan kota yang baik, tata ruang yang baik, penghijauannya baik semuanya karena APBD Jakarta memiliki kemampuan untuk itu," ungkapnya. 

Terkait masalah banjir, Presiden juga memerintahkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyelesaikan pembangunan terowongan yang menghubungkan Sungai Ciliwung dengan Banjir Kanal Timur.

"Masih ada beberapa yang belum bebas, saya perintahkan untuk diteruskan karena ini akan mengurangi banjir di Jakarta," kata Jokowi.

Presiden juga menyinggung pembangunan Waduk Ciawi Sukamahi yang dulunya akan dikerjakan Pemerintah Provinsi Jakarta diambil alih Pemerintah Pusat.

"Pemerintah Pusat akan segera kerjakan sehingga air yang berasal dari atas dicegah dulu oleh waduk itu," kata Presiden.(an)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama