Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Kapuspen TNI Buka Pelatihan Kamera Video Jurnalistik


JAKARTA (wartamerdeka) -  Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si. secara resmi membuka Pelatihan Kamera Video Jurnalistik TA 2017, di bertempat Aula Puspen TNI Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2017).


Kapuspen TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran Kameramen dan Fotografer di satuan penerangan jajaran TNI sangat penting dalam menyajikan berita TNI, baik berupa tulisan, gambar maupun audiovisual untuk konsumsi publik. “Saat ini kualitas yang dihasilkan Kameramen dan Fotografer personel satuan penerangan jajaran TNI, baik yang berupa gambar, video maupun penulisan perlu ditingkatkan,” ucapnya.

“Pada umumnya personel yang diangkat dalam jabatan satuan penerangan jajaran TNI hanya untuk memenuhi kebutuhan organisasi, namun belum sesuai dengan standar kompetensi berdasarkan jenjang pendidikan dan kursus serta pelatihan bidang penerangan,” ujar Mayjen TNI Wuryanto.

Pada kesempatan tersebut, Kapuspen TNI menyampaikan bahwa dalam menghadapi tuntutan tugas yang terus berkembang dan dihadapkan pada keterbatasan personel baik dari aspek kualitas maupun kuantitas, satuan jajaran penerangan TNI harus memiliki sumber daya manusia yang memiliki kompetensi bidang penerangan.

“Melalui pelatihan ini, para peserta akan di didik untuk menjadi seorang kameramen yang andal, baik pengetahuan teknik,  pengambilan gambar maupun pengoperasionalan berbagai jenis peralatan kamera video agar menghasilkan gambar video yang berkualitas tinggi dan bernilai jurnalistik,” kata Mayjen TNI Wuryanto.

Mengakhiri amanatnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengharapkan kepada para peserta Pelatihan Kamera Video Jurnalistik, agar mengikuti teori maupun praktek yang disampaikan oleh instruktur. “Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi, sehingga dapat menjadi bekal ilmu di satuan penerangan masing-masing,” pungkasnya.

Pelatihan Kamera Video  Jurnalistik  TA2017 yang diikuti oleh 20 peserta satuan penerangan jajaran TNI, akan berlangsung mulai tanggal 1 s.d 29 Nopember 2017.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama