// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Dekan FH.Udayana: Kita Semua Harus Dukung Bakamla


DENPASAR (wartamerdeka.info) -   "Kita semua harus mendukung Bakamla, baik dalam kegiatan patroli, maupun dukungan personel".

Hal tersebut dikatakan Dekan FH.Udayana Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H.,M.Hum., pada saat hadir sebagai moderator pada acara workshop harmonisasi kebijakan internasional keamanan laut di Swiss-Belhotel, Jl. Sunset Road, nomor 101, Kuta, Bali, Kamis (30/8/2018).

Acara yang berlangsung sehari itu telah menghadirkan 3 nara sumber yang cukup ternama, yakni: Dosen Fakultas Teknik Pertahanan Unhan Dr. Jupriyanto, S.T.,M.T., Kasi Operasi Distrik Navigasi Benoa  mewakili  Direktur Kenavigasian Ditjen Hubla, dan Kasi Sarana dan Prasarana PSDKP Benoa, Nu'man Najib, S.St.Pi.

Workshop Harmonisasi Kebijakan Internasional ini berusaha melihat sejumlah permasalahan yang terkait, diantaranya tentang apa pentingnya pemasangan AIS, CRIT dan VMS di Kapal bagi keamanan dan keselamatan di laut, dan  bagaimana dampaknya jika AIS, LRIT dan VMS tidak dipasang.

Karenanya, para peserta workshop tersebut merekomendasi perlu adanya aturan yang mengatur sanksi denda yang sangat tinggi dan transparan  agar ada efek jera, bilamana dipandang perlu diatur mengenai sanksi tindak pidana badannya juga, terhadap kapal-kapal asing maupun kapal nasional yang dengan sengaja mematikan AIS, LRiT, maupun VMS. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama