Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Kadis PMD Mesuji: Penyalahgunaan Dana Desa Perlu Diantisipasi Sejak Awal

Kadis PMD Mesuji Sunardi Sukau SE sedang memberikan pengarahan

MESUJI (wartamerdeka.info) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Mesuji memfasilitasi Tenaga Pendamping Desa (TPD) guna mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas dalam Program Inovasi Desa tahun anggaran 2018 yang dipusatkan di Hotel Azzam Mesuji, Rabu (29/8/2018).

Pelatihan ini bertujuan salah satunya untuk memberikan pemahaman tentang peraturan dan petunjuk teknis pelaksanaan Program Inovasi Desa tahun anggaran 2018.

Kepala Dinas (Kadis) PMD Mesuji Sunardi Sukau SE menyebutkan permasalahan penyalahgunaan dana Desa selalu menjadi tantangan dalam mengkoordinasikan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Menurutnya, penguatan sistem pengendali penanganan pengaduan dan masalah menjadi suatu kunci utama  sehingga persoalan penggunaan dana Desa dapat diantisipasi lebih awal dan diselesaikan secepatnya.

"Oleh karena itu kita kumpulkan pendamping Desa agar dapat menyamakan persepsi baik itu terkait pembangunan Desa maupun peningkatan aparatur desa," kata dia.

Diharapkan  peserta mampu mendampingi Program Inovasi Desa dengan lebih baik dengan akhirnya dapat meningkatkan kualitas pembangunan di setiap desa yang ada di Kabupaten Mesuji.

Peserta Pelatihan Program Inovasi Desa ini diketahui berasal dari 7 kecamatan yang masing-masing per kecamatan mengirimkan 7 peserta untuk mengikuti pelatihan, agar pendamping Desa dapat berinovasi untuk membangun Desa yang dapat menciptakan pembangunan di kabupaten Mesuji lebih maju. (Muslim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...