Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tim SAR dan Polairud Jabar Terus Melakukan Pencarian Kapal Nelayan KM Bunga Hati 2 Yang Terbalik di Perairan Indramayu


INDRAMAYU (wartamerdeka.info) - Tim gabungan dari SAR dan Polairud terus melakukan pencarian kapal motor (KM) Bunga Hati 2 yang terbalik di perairan laut Indramayu - Kalimantan. Sebanyak tujuh kapal dikerahkan dalam proses pencarian tersebut.

Informasi yang diterima di posko Pencarian dan Bantuan SAR Jawa Barat pada Mako PolAir Polres Indramayu. di Desa Karangsong Indramayu Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018) menyebutkan, hingga saat ini para korban masih belum bisa ditemukan.

Kepala Basarnas Jawa Barat Deden Ridwansyah mengatakan, pencarian lanjutan di hari kedua dilakukan sejak Sabtu (4/8/2018) pukul 05.00 WIB pagi, Deden menegaskan pihaknya akan melakukan pencarian seoptimal mungkin.
"Start dari PLTU Sumur Adem dengan membawa tiga tim rescue dan peralatan water rescue," terangnya, Sabtu (4/8/2018).

Sementara itu, lanjut Deden, untuk kapal lainnya yang ikut dalam pencarian tersebut dimulai dari Pelabuhan Karangsong Indramayu. 

"Kita dirikan posko taktik di Karangsong guna memantau pergerakan dan laporan terkait kapal Bunga Hati 2. Kantor Sar Bandung juga mendirikan posko," jelas dia.

Deden mengimbau agar para pemilik kapal lebih mengutamakan keselamatan dengan melengkapi alat keselamatan di kapalnya, seperti GPS tracking, beacon atau alat pemindai distress, dan lainnya.

"Untuk Kasus Bunga Hati 2 ini kami mengharapkan kerjasamanya terhadap para nahkoda yang melintas wilayah LKP, bilamana menemukan tanda atau korban harap dapat menghubungi kami," katanya.

Sementara untuk kapal yang dikerahkan di hari kedua pencarian 13 ABK Kapal Bunga Hati 2 ini diantaranya, KN SAR 206 Bandung, Petakamla Bondet, Petakamla Gebang, KM Mulya Jaya, KM Mandala 525, Satpolair Indramayu, dan BPBD Indramayu.(Eko)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama