Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Penasehat Militer RI Ikuti Pertemuan Misi MINURSO di New York

 
NEW YORK (wartamerdeka.info) - Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si. mengikuti pertemuan Misi United Nations Mission For The Referendum in Western Sahara (MINURSO) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (9/10/2018) waktu setempat.
 
Pertemuan Misi United Nations MINURSO dipimpin oleh President of the United Nations Security Council, diikuti oleh negara-negara yang berkontribusi sebagai peacekeepers pada Misi Perdamaian PBB, baik dari kalangan sipil maupun militer.
 
Pada pertemuan tersebut dibahas antara lain terkait peran pasukan perdamaian di Sahara Barat, kebutuhan angkutan Helikopter sebagai sarana angkut udara, kebutuhan akan medical bagi rakyat setempat dan peran society untuk membangun Peace Building serta Peace Procces.
 
MINURSO merupakan misi Pasukan Perdamaian PBB yang dibentuk berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 690 tahun 1991. Pembentukan misi di Sahara Barat itu sejalan dengan kesepakatan antara Pemerintah Maroko dan kelompok Frente Popular para la Liberacien de Saguia el-Hamra y de Rio de Oro (Frente POLISARIO), yang dicapai pada tanggal 30 Agustus 1988.
 
MINURSO dimandatkan untuk menjalankan sejumlah tugas, diantaranya mengawasi gencatan senjata, memeriksa penurunan jumlah pasukan Maroko di wilayah Sahara Barat serta melakukan dan memastikan terselenggaranya referendum yang bebas dan adil dalam penentuan nasib rakyat di wilayah itu.(AR)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama