Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Prajurit TNI Bantu Pulihkan Trauma Healing Anak-Anak Korban Gempa di Palu


PALU (wartamerdeka.info) - Di balik aktivitas prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Kosatgasgabpad) masih terus melaksanakan proses evakuasi dan pencarian korban termasuk pendistribusian bantuan logistik, tampak terlihat prajurit TNI di tempat pengungsian sedang bermain bersama dengan anak-anak korban bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Di tempat pengungsian Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad tengah memberikan hiburan dan pelajaran kepada anak-anak korban bencana gempa dan tsunami, Kamis (11/10/2018).

Dalam siaran pers Puspen TNI yang diterima redaksi, Jumat (12/10/2018), disebutkan, belasan anak-anak di tempat pengungsi tersebut, tampak asyik bermain dan mewarnai bersama para prajurit TNI. Mereka sepertinya sejenak melupakan duka yang dirasakan pasca bencana gempa dan tsunami. Tampak pula, beberapa prajurit TNI tengah membacakan dongeng di depan anak-anak.

Prajurit TNI tersebut, dengan penuh kesabaran memberikan pelajaran kepada anak-anak dengan mengajak menggambar dan mewarnai. Aktivitas bermain bersama anak-anak pengungsi bertujuan untuk membantu mengurangi rasa trauma yang dialami saat mereka merasakan gempa bumi.

Melalui kegiatan tersebut, terlihat seluruh anak yang berada di pengungsian tersenyum lepas dan sesekali tertawa terbahak-bahak dari gambar yang mereka warnai, seolah-olah tidak memiliki duka dan beban akibat bencana gempa bumi dan tsunami.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk trauma healing bagi anak-anak agar mereka tidak larut dalam kesedihan dan dapat menatap masa depan yang lebih baik dan menjadi pribadi yang kuat.

“Kegiatan mengajak bermain anak-anak ini setidaknya bisa mengurangi rasa traumanya. Anak-anak ini logikanya belum jalan, hanya merasa, dan jika rasa dikembalikan kepada senang, happy, maka anak-anak ini lupa dengan kejadian yang mereka alami,” kata salah seorang prajurit TNI. (AR)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama