Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Visitasi Akreditasi, SD Negeri di Cimanggu Akui Kurangnya Standar Sarana dan Prasarana


CILACAP ( wartamerdeka.info) - Pada kegiatan visitasi akreditasi SD Negeri di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap, Kepala Sekolah akui kekurangan dalam salah satu standar penilaian, yaitu pada Sarana dan prasarana. Hal tersebut diakui Kepala Sekolah SD Cilempuyang 03 Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Cimanggu, Senin (29/10/2018).

Djamilah, S.Pd.,SD., Kepala Sekolah SD Negeri Cilempuyang 03 mengakui ada kekurangan pada standar Sarana dan Prasarana. "Pada penilaian akreditasi selama dua hari ini (29 - 30 Oktober) kami masih ada kekurangan. Salah satunya pada standar Sarana dan Prasarana," ungkapnya ketika ditemui pada sela kegiatan, Senin (29/10).

Diantaranya, lanjut Djamilah, sekolah yang memiliki 94 siswa ini belum ada perangkat praktek, tempat ibadah didalam lingkungan sekolah dan perpustakaan sekolah. "Kami belum memiliki Mushola dan perpus," ujarnya.

Hal tersebut dikarenakan area luas sekolah yang masih kurang. "Luas untuk lahan sekolah kami masih sangat minim," tambahnya.

Untuk kedepannya, Ia akan melakukan upaya agar SD Negeri yang memiliki 4 guru negeri dan 4 guru wiyata bakti ini memiliki sarana dan prasarana yang memadai. "Pastinya nantinya kami akan berusaha melengkapi apa yang menjadi kekurangan di sekolah kami," jelasnya.

Dalam kegiatan visitasi akreditasi di SD Negeri Cilempuyang 03 dilakukan oleh dua assesor dari Kabupaten Purbalingga, yaitu Suparyo, S.Ag dan Suparman S,Pd M.Pd. Penilaian akreditasi SD Negeri Cilempuyang 03 dinilai dari 8 poin standar,  yang pertama adalah Standar ISI yang terdiri dari 10 poin penilaian, kemudian kedua standar PROSES terdiri 21 poin penilaian, ketiga standar KOMPETENSI LULUSAN terdiri 7 poin penilaian.

Kemudian untuk keempat adalah standar PENDIDIKAN dan TENAGA PENDIDIKAN terdiri dari 16 poin, kelima standar SARANA dan PRASARANA terdiri dari 21 poin, keenam standar PENGELOLAAN terdiri dari 15 poin penilaian, ketujuh standar PEMBIAYAAN terdiri dari 16 poin penilaian dan yang terakhir kedelapan standar PENILAIAN yang terdiri dari 13 poin penilaian.(gus)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...