TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

MOI Belasungkawa Atas Wafatnya Cucu Wiranto

Ketum Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Rudi  Sembiring 
 JAKARTA (wartamerdeka.info) - Innalilahi Wainnailahi Rojiun, Cucu Menko Polhukam Wiranto bernama Achmad Daniyal Alfatih, meninggal dunia. Bayi berusia 1 tahun 4 bulan ini meninggal siang tadi.

"Benar, meninggal," kata Kabag Humas Kemenko Polhukam Gan Gan M Rizal saat dihubungi, Kamis (15/11/2018).

Pihak Kemenko Polhukam menginformasikan, Achmad meninggal dunia siang tadi pukul 12.51 WIB. Rumah duka di Jalan Tulodong Bawah 4 Lama No. 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Jenazah almarhum akan diterbangkan Jumat (16/11) pukul 07.00 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ke Solo. Jenazah akan dimakamkan di makam keluarga di wilayah Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Belum ada informasi lebih jauh soal penyebab meninggalnya Achmad Daniyal. Wiranto diketahui sedang berada di Singapura mendampingi Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja.

Wiranto dikabarkan sedang dalam perjalanan dari Singapura ke Jakarta untuk kemudian datang ke rumah duka.

Sementara itu, Ketum Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Rudi  Sembiring mengucapakan duka cita kepada Wiranto. "Semoga beliau dan keluarga  tabah menghadapi cobaan ini" ujar Rudi.(R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama