TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Peringatan Maulid Di JIC Dihadiri 3000 Jamaah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Jakarta Islamic Center menggelar peringatan Maulid Nabi yang dihadiri 3000 jamaah pada Kamis (22/11). Peringatan tersebut dihadiri oleh warga sekitar di Jakarta Utara, anak sekolah, majelis taklim, muslimat NU Jakarta Utara, Fatayat NU, Majelis istighosah JIC dan masyarakat lainnya.

Dalam peringatan itu ditekankan bahwa maulid ini dijadikan momentum untuk meneladani sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan prototipe seorang manusia yang dilihat dari berbagai macam sisi maupun profesi.

Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial DKI Jakarta, melalui Unit Pengelola dan Pengembangan Jakarta Islamic Center bertugas memfasilitasi aktivitas pelayanan sosial dan keagamaan berupa peringatan maulid ini.


"Ini juga menjadi momentum bagi kami untuk selalu memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh masyarakat yang berkunjung ke sini dalam rangka wisata reliji," ujar Nurshobah yang mewakili Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta saat memberikan sambutan dalam peringatan maulid tersebut.

Selain itu, ia juga mengatakan agar menjaga kebersihan dan ketertiban bersama di lingkungan masjid ini karena sebagai pusat kegiatan pembinaan akidah, ibadah, dan muamalah. Sudah selayaknya hal tersebut dilakukan bersama-sama karena masjid sebagai pusat pengembangan keagamaan.

"Mari kita penuhi masjid ini kajian-kajian keislaman seperti maulid ini. Dengan menghadirkan narasumber berkualiatas, harapannya dapat memberikan pengetahuan keagamaan yang mumpuni dan komprehensif. Serta selalu memberikan antusiasme kepada masyarakat," kata Nurshobah.(R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama