TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Prajurit TNI Amankan Bom di Kampung Skouw Mabo Papua

 
JAYAPURA (wartamerdeka.info) - Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu (Yonif Para Raider 328/Dirgahayu) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Papua Nugini, berhasil mengamankan sebuah bom dengan panjang kurang lebih 125 cm dan berdiameter 50 cm di perkampungan Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Rabu (21/11/2018).
 
Penemuan bom tersebut bermula saat seorang warga a.n. Jacob Mallao (69 th) dari Kampung Skouw Mabo yang berada di perbatasan Indonesia-Papua Nugini sedang menggali lubang untuk membuat tempat sampah di sekitar rumahnya. Namun pada saat kedalaman mencapai 50 cm, tiba-tiba melihat sebuah benda mencurigakan seperti bom.
 
Kejadian tersebut langsung dilaporkan oleh Jacob Mallao kepada Komandan Pos Ramil Muara Tami Lettu Inf Rakhmanto Adhy.  Selanjutnya, Lettu Inf Rakhmanto Aldhy beserta anggota langsung ke tempat penemuan bom dan mengamankan lokasi sekitar dikarenakan temuan bom tersebut berada di sekitar rumah warga.  Saat ini, bom tersebut telah diamankan oleh Pos Ramil Muara Tami, Jayapura.
 
Menurut Komandan Satgas Yonif Para Raider 328/Dirgahayu Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr. (Han) bahwa bom tersebut diperkirakan merupakan peninggalan sisa perang zaman dahulu yang sudah lama sekali terkubur.  “Hal ini sangat berbahaya mengingat besarnya ukuran bom tersebut dan berada ditengah-tengah rumah penduduk,” ucapnya.
 
“Kami tidak mengetahui apakah bom tersebut masih aktif atau tidak, tapi tindakan pertama adalah untuk mengamankan bom tersebut menjauh dari warga,” katanya.(R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama