Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

TMMD Reguler Batang Akan Mereboisasi Tebing Rawan Longsor


BATANG (wartamerdeka.info)  - Raut tebing nyata atau TPT (Talud Penahan Tanah) dengan volume panjang 40 m, lebar 30 cm dan tinggi 2 m, yang merupakan sasaran pokok TMMD Reguler 103 Kodim 0736 Batang sudah 100 % maksimal menahan salah satu titik jalan aspal sepanjang 2,3 kilometer.

Di titik 1.500 meter, tanggul ini berdiri kokoh, menopang jalan tembus antara Dusun Durenombo-Durensari yang di hari Ke-19 pelaksanaan pembangunan masih terus dikerjakan Satgas TMMD bersama segenap komponen masyarakat di wilayah kabupaten Batang.

Terpisah, dibenarkan Dansatgas TMMD, Letkol Kavaleri Henry Napitupulu bahwa, “TMMD berupaya memperkuat badan jalan yang sedang dibangun pada titik yang rawan longsor dan sudah terealisasi 100 %. Kami juga sedang merencanakan untuk melakukan reboisasi di beberapa titik tebing lainnya yang berpotensi sama. Kami akan menggandeng dinas terkait, yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Batang merealisasikannya. Sehingga selain menjadi TPT alami, diharapkan kedepan pohon yang ditanam dapat dimanfaatkan hasilnya bagi penduduk setempat. Ini juga sebagai tambahan pembangunan over prestasi, ” terangnya di lokasi pengaspalan jalan titik 1.700 meter. Jumat (2/11/18).

Ditambahkannya, bahwa pohon juga menyerap air hujan sehingga sangat tepat untuk meminimalisir efek dari pembukaan dan pembangunan jalan yang lumayan panjang tersebut dan telah mengorbankan banyak tumbuhan hutan.

Inisiatif Henry Napitupulu tersebut, disambut hangat oleh warga masyarakat Durenombo khususnya perangkat desa. Mereka juga akan membahas reboisasi ini di forum desa untuk pengadaan bibit pohon sambil menunggu bantuan dari pemerintah.(R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama