TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pasien Keluhkan Pelayanan Rawat Jalan di Poli Bedah Digestive RS Wahidin Makassar



MAKASSAR (wartamerdeka.Info) - Meskipun RS Wahidin Sudorohusodo (RSWS) di Makassar, saat ini berorientasi menjadi rumah sakit berskala international, namun pelayanan kesehatan di rumah sakit regional ini belum maksimal.

Masih banyak hal yang harus dibenahi, tidak hanya soal farmasi atau obat-obatan terkait stok obat yang sering tidak memenuhi jumlah obat sesuai resep dokter, tapi juga penanganan lambat pada poliklinik yang ada. Tidak jarang, para pasien mengeluhkan lambatnya penanganan pasien karena harus menunggu waktu lama baru ditangani dokter.

Seperti terjadi pada Poliklinik Bedah Digestive di RSWS. "Kok lama ya sementara saya lihat penanganan di Poli Bedah Tumor lancar. Saya lihat rata-rata yang dipanggil masuk untuk ditangani dokter baru pasien bedah tumor, apa kendalanya ya," ujar seorang dari pasien tanpa menyebut nama, Senin siang ini (3/12).

Saking lambatnya penanganan, beberapa dari pasien langsung masuk menanyakan nomor antriannya. Ini karena panggilan untuk pasien lewat mikrofon tidak terdengar.

Seorang dari perawat yang dihubungi di loket poli bedah digestive ketika dikonfirmasi soal lambatnya penanganan pasien, mengatakan, keterlambatan penanganan itu karena dokter yang bertugas sedang ke belakang.

"Dokternya ke belakang pasang alat kemo pak, tapi sudah adami makanya sempat tidak ada panggilan lewat mikrofon," tutur perawat tersebut.

Yang menarik, dari pantauan awak media, di sela kesibukan selaku perawat, ada pekerjaan tambahan sebagai usaha pribadi dari perawat yakni menjual kripik. Kripik disiapkan untuk pasien yang ingin membeli. Kripik tersebut ditaruh persis di loket agar dapat dilihat pasien. (Tom)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama