TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Aksi Gropyok Hama Tikus, Danramil Kroya Turun Langsung Bantu Petani


CILACAP (wartamerdeka.info) - Danramil 03/Kroya, Kapten Inf Tugirun bersama-sama dengan anggota Babinsa, PPL dan puluhan petani anggota Kelompok Tani Maju Lancar di area sawah dusun  Gebang Sari RT 05 RW 01 desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap melakukan gropyok tikus, Minggu (2/12/2018).

Hama tikus cukup meresahkan para petani di wilayah tersebut. Disamping itu sering merusak bibit padi yang baru disemai. Tikus dapat berkembang biak dengan lebih banyak, tikus betina dapat melahirkan 8 ekor anak tikus sekaligus. Untuk satu pasang tikus dapat mengembangbiakkan kurang lebih 2000 tikus selama satu tahun.

Maka dari itu, kegiatan ini dinilai sangat efektif, pasalnya tikus yang menyerang sawah membuat petani hampir putus asa dalam mengatasinya.

Berbagai cara sudah dilakukan sebelumnya, baik dengan racun, jebakan tikus atau dengan cara perburuan lain dengan cara perorangan. Namun populasi tikus terus meningkat. Kali ini, dibantu anggota TNI dari Koramil 03/Kroya, puluhan petani beramai ramai berburu tikus dengan peralatan seadanya. Aksi gropyokan tikus ini terbukti efektif membunuh tikus yang bersembunyi di dalam lubang-lubang.

Danramil 03/Kroya, jajaran Kodim 0703/Cilacap Kapten Inf Tugirun yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, gerakan pemberantasan hama tikus atau gropyok tikus merupakan suatu upaya awal yang berkesinambungan, artinya dilaksanakan secara terus menerus. "Sebab hama tikus tidak bisa dibasmi secara tuntas dalam satu hari, namun dalam jangka waktu yang lama dan ini hanya bisa mengurangi populasinya saja," ujarnya.

Dari aksi gropyokan tikus Koramil Kroya bersama warga mendapat ratusan ekor tikus, yang berhasil ditangkap dan dimusnahkan. "Dengan musnahkan hama tikus ini diharapkan hasil panen padi akan meningkat, sekaligus bisa menjadi penyokong lumbung pangan nasional, sesuai dengan program Swasembada Pangan Nasional," pungkas Kapten Inf Tugirun. (gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama