Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Status Siaga Pasca Tsunami Banten, URCL Bakamla dan Basarnas Evakuasi Perahu Nelayan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dalam kondisi siaga pasca tsunami, tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) Bakamla RI bersama Basarnas membantu warga melakukan proses evakuasi perahu nelayan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandegelang, Banten, Kamis (27/12/2018). 

Sebagian warga nelayan di Pantai Sumur yang selamat dari bencana tsunami yang melanda Banten berupaya mengevakuasi kapal dan perahu mereka yang terhempas ke daratan, tidak jauh dari pantai. Dengan bantuan tim URCL Bakamla dan Basarnas, tiga perahu berhasil dievakuasi dari daratan ke laut. Adapun kapal nelayan yang berada di atas reruntuhan rumah warga dievakuasi menggunakan alat berat.

Disepanjang pantai Sumur terlihat puluhan kapal, perahu dan bagan milik nelayan setempat yang terhempas ke daratan hingga jarak 100 meter lebih dari pantai akibat terjangan gelombang tsunami. Tidak sedikit pula kapal atau perahu nelayan yang berada diatas puing-puing reruntuhan bangunan rumah warga di wilayah itu. Sementara itu, bangunan dermaga perikanan untuk kapal nelayanpun hancur. Demikian pula bangunan Pos Angkatan Laut (Posal) mengalami kerusakan dibeberapa bagian.

Hingga saat ini status siaga masih diberlakukan. Pihak BNPB menghimbau agar warga menghindar hingga radius satu kilometer dari garis pantai, karena aktivitas vulkanik anak Gunung Krakatau masih tinggi. Sementara itu tim SAR dan para relawan yang mendirikan Posko di sekitar radius bahaya terus siaga dan tetap beraktivitas membersihkan puing-puing bangunan rumah warga.(Sumber: Humas Bakamla RI)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama