Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mayjen TNI Mochamad Effendi : Pegang Teguh Jati Diri Prajurit dan Bekerja Dengan Hati Nurani


SLAWI (wartamerdeka.info) - Selesai memimpin Sertijab Komandan Brigif 4/Dewa Ratna, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. melakukan tatap muka sekaligus memberikan  pengarahan kepada para prajurit Brigif 4/DR di Markas Brigif 4/DR Slawi, Rabu (23/1).

Dalam pengarahannya orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro meminta kepada seluruh prajurit untuk memegang teguh jati diri prajurit TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional. Para prajurit sudah dilatih dan dilengkapi alat perlengkapannya, dipenuhi kesejahteraannya agar dapat melaksanakan tugasnya secara profesional.

Dikatakan Pangdam, sesuai UU TNI, tugas TNI diantaranya menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan kekuatan wilayah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan melindungi segenap bangsa Indonesia.

Terkait hal tersebut, Pangdam meminta seluruh prajurit Brigif 4/DR dalam setiap pelaksanakan tugas harus didasari oleh iman dan taqwa kepada Tuhan YME, sehingga tidak melenceng dari jalur yag telah ditentukan. Ada atau tidak ada yang mengawasi, dia tetap akan melaksanakan tugasnya dengan baik, karena setiap saat merasa kalau dirinya selalu diawasi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain itu, prajurit didalam mengerjakan tugasnya harus sesuai dengan hati nurani, karena kata hati selalu berkata benar dan tulus, sehingga apapun tugasnya pasti akan dilaksanakan dengan baik dan benar.

“Kerja itu harus tulus, hati nurani kita harus selalu dibawa agar bekerja tidak setengah-setengah”, tegasnya.

Pangdam juga meminta kepada seluruh prajurit untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Masih banyak dari rekan-rekan kita yang penghasilannya di bawah kita, sementara kita telah diberikan kesejahteraan berupa gaji, uang lauk pauk dan tunjangan kinerja. Rasa syukur itu mari kita wujudkan dengan tidak melakukan pelanggaran, melaksanakan tugas dan kewajibannya secara sungguh-sungguh, tulus dan ikhlas.

“Masing-masing harus mengetahui betul tugas dan tanggung jawabnya. Laksanakan tugas itu secara profesional”, pinta Pangdam mengakhiri pengarahannya.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama