TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

JIC Berikan Bimbingan Mental Spiritual Kepada Karyawan PJLP


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Jakarta Islamic Centre memberikan bimbingan mental spiritual kepada karyawan penyedia jasa lainnya perorangan atau PJLP guna meningkatkan kinerjanya, kata Sariono Jahidi Kepala Devisi Informasi dan Komunikasi Badan Managemen Jakarta Islamic Centre.

Jahidi menegaskan "Jakarta Islamic Centre yang disebut-sebut sebagai pusat peradaban Islam maka para pekerjanya juga harus menyesuaikan. Mereka harus berprilaku islami dalam bekerja dan mempunyai semangat yang tinggi dalam menjalankan nilai-nilai keislaman."

"Para PJLP setiap habis apel mendapat siraman ruhani baik tentang aqidah, ubudiyah, dan pengetahuan tentang keislaman dari para ustazd dari Badan Managemen JIC. Kemudian setiap hari Rabu mereka mendapat pelatihan baca tulis al Quran." jelas Jahidi.

"Para PJLP mempunyai latar belakang yang beragam. Berbeda latar belakang pendidikan yang mereka miliki. Ada yang berpendikan tinggi sudah sarjana dan ada juga berpendidikan rendah  hanya sampai SD. Begitu juga berbeda suku, budaya, keluarga diantara mereka. Juga pemahaman tentang agama beragam ada yang masih belajar baca Iqro tapi ada juga yang jebolan pesantren yg pengetahuan keagamaan sudah tinggi. Sehingga memerlukan perlakuan khusus dan seni tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada mereka" tutur Hanny sebagai pengajar keagamaan di JIC.

Hanny berharap bimbingan mental spiritual keagamaan bisa mengendalikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasa dilakukan dalam bekerja dan berusaha memperbaikinya. Karena setelah dilakukan pengajian beberapa kali, ditemukan bahwa peserta kebanyakan memang kurang memahami tentang aturan-aturan Islam, mulai dari yang paling dasar  seperti apa motivasi dia bekerja, apa yang harus mereka lakukan untuk diri mereka dan keluarga, apa bacaan shalat, bagaimana membaca alfatihah yang baik dan mengenal arti dan tafsirnya, bagaimana bersosialisasi sesama teman yang baik dan lain sebagainya.

Ahmad Juhandi, Kepala Sekretariat Jakarta Islamic Centre menekankan "Karena PJLP ini kerja di lingkungan masjid maka mereka harus bekerja dan berprilaku sesuai standar nilai-nilai keislaman seperti harus sapa, santun, ramah dalam melayani tamu, mengikuti sholat wajib berjamaah. Bahkan untuk sholat wajib berjamaah bila sering mangkir akan mendapat teguran dan bisa mengurangi kinerja mereka".(M)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama