Langsung ke konten utama

Rantepao Semrawut, Perlu Penataan Guna Majukan Toraja Utara Sebagai DTW


KUPANG (wartamerdeka.info) - Toraja khususnya Kabupaten Toraja Utara, yang selama ini dikenal sebagai DTW (Daerah Tujuan Wisata) terutama di Sulsel, harus dikelola dengan baik. Setidaknya, Pemda Torut di bawah pemerintahan Bupati Kala'tiku Paembonan, melakukan upaya positif guna memajukan pariwisata di daerahnya.

Barometernya dimulai dari Rantepao sebagai ibukota kabupaten. Perlu penataan kota Rantepao mengingat kondisinya kini semrawut. Kesemrawutan Rantepao ini diakui warga Toraja sendiri terutama di luar Toraja.

“Saya melihat Rantepao sudah semrawut dan kotor dengan sampah. Saya masih ingat tahun-tahun 90an Rantepao bagus sekali. Sekarang sudah semrawut penataannya, tidak jelas,” ujar Agus Ba'ka’, SH, MH. Jaksa yang baru bertugas 4 bulan di Kupang ini, menyinggung soal penanganan Sitor (Taksi Motor).

“Untuk penanganan sitor harus dibuatkan aturan, ketentuannya. Jangan semrawut seperti itu,” ungkap Agus ketika ditemui di ruang kerjanya, di kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Kupang, Rabu lalu (27/3).
Bertemu Agus, awak media ini ditemani Robert Kadang, jurnalis senior Timex (Timor Express).

Soal penataan, kata Agus, harus sesuai master plan yang ada. Bagaimana grand-desainnya menyangkut RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). “Prinsipnya, Rantepao ditata baik. Pemda, DPRD dan Masyarakat harus bersinergi. Misalnya, masyarakat jangan membuang sampah sembarangan,” tutur Koordinator Intelijen Kejati NTT ini.

Dia menyarankan Lapangan Bakti yang di tengah kota, cukup jadi fasilitas olahraga. “Tata kembali dan kembalikan fungsinya. Jangan dijadikan tempat kuliner, tidak cocok. Biar itu jadi fasol,” ketus mantan pemain GASTOR (Gabungan Sepakbola Toraja) era 90an ini. Konkritnya, tambah Agus, Rantepao bagaimana ditata rapi dan semuanya bersih. “Termasuk lalulintas ditata,” timpalnya.

Putra Toraja asal Tikala ini menyarankan Pemda Torut agar mencari tempat di bantaran aliran Sungai Sa'dan untuk kuliner. “Bantaran sungai itu ditata sedemikian rupa sehingga bisa diciptakan wisata kuliner,” bebernya.

Agus juga mengusulkan Pemda membuat ruang terbuka, semacam Alun-alun di Jawa. “Karena orang yang datang mau menikmati Rantepao pada waktu sore dan malam,” jelasnya. (Tom)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...