Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Rektor Salwan Gultom Dituduh Menganiaya, Humas Unimed Membantah


MEDAN (wartamerdeka.info) - Terkait pengaduan Azwan Nasution di Polrestabes Medan yang menuding Rektor Universitas Medan Salwan Gultom melakukan penganiayaan mendapat tanggapan dari Humas Unimed M Surip.

Ditemui wartamerdeka.info Rabu siang (27/3/2019), umas Unimed M Surip membantah bahwa Rektor Universitas Medan Salwan Gultom sebagai pelaku penganiayaan seperti yang daporkan oleh Azwan Nasution dan Norsharil Bin Abdul, di bulan kemarin.

"Pengaduan Korban itu tidak benar," tegas M Surip menanggapi pemberitaan wartamerdeka.info tentang pengaduan Azwan Nasution di Polrestabes Medan yang menuding Rektor Universitas Medan Salwan Gultom melakukan penganiayaan.

Sejauh ini menurutnya, belum ada pihaknya terima informasi dari Polrestabes Medan bahwa Rektor Ynimed dijadikan sebagai tersangka pelaku penganiayaan Azwan Nasution dan Norsharil Bin Abdul Mutalib.


Ditambahkannya lagi, Rektor Unimed Tak mungkin melakukan penganiayaan terhadap korban tersebut, karena Rektor  tidak segampang itu melakukan kejahatan seperti itu.


"Luculah, kalau Rektor Unimed melakukan penganiayaan yang dilaporkan korban itu. Sementara Rektor Unimed itu sudah profesional, mana gampang melakukan penganiayaan," kata M.Surip.


Jika benar laporan pengaduan korban itu, mestinya ada dikirim surat pemberitahuan dari kepolisian khususnya Polrestabes Medan bahwa Rektor Unimed melakukan penganiayaan.

"Terbukti sampai sekarang belum dilayangkan surat panggilan. Laporan Pengaduan mereka itu tidak benar. Pasti polisi profesional untuk melakukan penyelidikan tentang pengaduan ini," tutur M.Surip.(Ones)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...