Langsung ke konten utama

Bakamla Formulasikan Kodal Ideal


JAKARTA (wartamerdeka.info) - "Bakamla adalah instansi operasi, salah satu persyaratannya harus memiliki Komando Kendali (Kodal)," ungkap Kepala Bakamla Laksdya Bakamla A. Taufiq R. mengawali Pembukaan Rapat Lanjutan Studi Banding, di Aula Markas Besar Bakamla, Gedung Perintis Kemerdekan, Jl. Proklamasi No. 56, Jakarta Pusat (28/5/2019).

Rapat ini merupakan rapat lanjutan terkait tindak lanjut hasil studi banding ke fusi antar lembaga dan operasi bersama keamanan maritim di Amerika Serikat (AS), salah satunya untuk membentuk Kodal ideal bagi Bakamla.

Bakamla dalam melaksanakan fungsinya sebagai coast guard, memiliki tugas universal yang meliputi penjaga keselamatan laut (maritime safety), penjaga keamanan laut (maritime security), dan Komponen Cadangan pertahanan dalam aspek maritim (maritime defence).

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan AS menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Maritim pada 24 Oktober 2015. Hal ini merupakan bagian dari Kemitraan Strategis AS - Indonesia. Program Kerja Sama Maritim antar kedua negara, dikelompokkan menjadi tiga arah utama, yaitu keamanan maritim, perlindungan laut, dan pembangunan kelautan berkelanjutan.

Dalam segi keamanan maritim, Indonesia perlu mendapatkan berbagai referensi dari AS terkait cara berkerja sama dengan berbagai instansi kemaritiman yang ada. Instansi-instansi terkait dapat berbagi dan menggabungkan (share and fuse) informasi inteligen terkait penegakan hukum dan melaksanakan operasi bersama. Tidak hanya itu, Indonesia juga perlu belajar agar dapat mengkoordinasikan operasi dalam rangka menangani kejahatan di wilayah perbatasan dan mengurangi overlapping atau duplikasi usaha penanganan kejahatan oleh berbagai instansi terkait.

Melalui program International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP), pada 28 April - 7 Mei 2019 beberapa Kementerian/Lembaga terkait keamanan maritim di Indonesia berkesempatan melaksanakan studi banding ke beberapa instansi kemaritiman di AS. 

Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung bagaimana mekanisme pelaksanaan pertukaran informasi dan operasi bersama yang dilakukan di instansi di AS, dapat dijadikan acuan bagi instansi peserta studi banding.

Dalam kesempatan ini, Laksdya Taufiq juga membeberkan arsitektur Kodal Bakamla yang ideal. Diharapkan Kodal Bakamla dapat bekerja sama dengan instansi terkait secara efektif dan berkelanjutan.

 Rapat yang kemudian pimpinannya dilanjutkan oleh Plt. Sestama Bakamla Laksma Bakamla Eko Jokowiyono, S.E., M.Si.  ini juga dihadiri oleh perwakilan dari stakeholder Bakamla seperti Mabes TNI AL; Polri; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Kemenko Polhukam; Kemenko Maritim; Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan; Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan; Lembaga Penerbangan dan Antariksa; Badan Narkotika Nasional; Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, dan sejumlah jajaran pejabat Bakamla. (A)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...