Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Tak Hanya Kepentingan Pemilu, Aksi 22 Mei Ditunggangi Afiliasi ISIS


JAKARTA (wartamerdeka.info)  –  Aksi 21-22 Mei ternyata dilakukan oleh kelompok berpaham radikal yang terafiliasi dengan ISIS.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Subdirektorat Kontrapropaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kolonel TNI Sujatmiko, yang menyebutkan aksi 21-22 Mei itu tidak murni dilakukan oleh pihak yang berkepentingan dengan Pemilu 2019. Sujatmiko mengatakan itu merujuk dari data yang diperoleh BNPT.

"Sebetulnya itu tidak murni dilaksanakan oleh yang berkepentingan dalam pemilu, tapi betul-betul ditunggangi kelompok radikal dan terorisme yang masih berafiliasi pandangannya kepada ISIS," kata Sujatmiko dalam diskusi di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (28/5).

Soal aksi rusuh 21-22 Mei itu sukses atau tidak, Sujatmiko mengaku tidak memiliki kapasitas untuk menjawabnya. Dia menekankan bahwa kelompok berpandangan radikal selalu memanfaatkan kondisi negara yang sedang tidak kondusif. Mereka akan melakukan aksi pada momen tersebut.

"Kelompok radikali dan teroris akan selalu menggunakan kesempatan kejadian nasional yang kritis untuk masuk di dalamnya menyampaikan tujuan-tujuan mereka. Termasuk kemarin itu," kata Sujatmiko.

Dirinya juga mengapresiasi langkah kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengambil jalur konstitusional dengan menggugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

Menurut Sujatmiko, langkah konstitusional dapat mencegah kelompok radikal melakukan aksi. Mereka, lanjutnya, cenderung memanfaatkan kesempatan aksi massa untuk menyebarkan ideologi dan melancarkan aksi. Tidak akan terjadi jika langkah konstitusional yang diambil.

"Makanya proses politik, proses demokrasi, proses hukum, di sini harus sangat kita junjung tinggi. Apapun itu, sepanjang itu konstitusional seharusnya dilaksanakan," tutupnya. (Hen)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...